Arsip | Inspirasi.. RSS feed for this section

Profesionalisme

28 Des

 

Menjadi seorang dokter gigi, tidak lepas dari tuntutan akan sebuah profesionalisme. Wignjosoebroto mendefinisikan Profesionalisme sebagai suatu paham yang mencitakan dilakukannya kegiatan-kegiatan kerja tertentu dalam masyarakat, berbekalkan keahlian yang tinggi dan berdasarkan rasa keterpanggilan –serta ikrar untuk menerima panggilan tersebut– dengan semangat pengabdian selalu siap memberikan pertolongan kepada sesama yang tengah dirundung kesulitan di tengah gelapnya kehidupan.

Ada beberapa poin yang kemudian perlu digarisbawahi dari definisi tersebut, diantaranya ialah : kegiatan kerja tertentu dalam masyarakat, bekal keahlian yang tinggi, berdasarkan rasa keterpanggilan, ikrar untuk menerima panggilan, serta semangat pengabdian untuk memberikan pertolongan kepada sesama. Konstruk tersebutlah yang kemudian akan membentuk jiwa yang profesional. Untuk bergelut dalam suatu bidang profesi, diperlukan pembekalan, peningkatan kualitas, dan kesadaran diri untuk mengabdi kepada masyarakat.

Seorang dokter gigi pun, merupakan sebuah profesi yang menjunjung tinggi profesionalisme. Betapa seorang dokter gigi menghabiskan minimal 5 tahun untuk bisa mendapatkan kompetensi yang maksimal dan telah terstandardisasi sebagai seorang dokter gigi umum, atau dikenal dengan istilah GP (General Practitioner). Kemudian jika seorang dokter gigi ingin mengambil spesialisasi dalam bidang tertentu, 2-6 tahun lamanya dihabiskan untuk melatih skill yang akan diterapkan dalam pengabdian masyarakat kelak. Kompetensi tersebutlah yang kemudian akan mengantarkan seorang dokter gigi untuk memperoleh sertifikat kompetensi yang berujung pada ijin untuk berpraktik.

Namun demikian, keahlian seorang dokter gigi pun, tidak hanya diperoleh selama menjadi mahasiswa. Seorang dokter gigi perlu menganut konsep ‘Belajar Sepanjang Hayat’ untuk dapat mewujudkan profesionalitas berkesinambungan di bidangnya. Sertifikasi kompetensi tersebut kemudian perlu diperbaharui secara berkala dengan syarat keikutsertaan dalam forum-forum ilmiah dengan maksud upgrading info-info serta pengetahuan terbaru di bidang kedokteran gigi. Dengan keahlian tersebut, maka seorang dokter gigi dapat memberikan bentuk kerja kepada masyarakat sebagai wujud balas jasa atas kepercayaan yang telah diberikan masyarakat untuk melepaskannya dari kesulitan. Hal ini didukung pula oleh pengalaman pengabdian kepada masyarakat, telah dipupuk sejak menjadi seorang mahasiswa, dengan bersikap aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial.

Menjadi suatu hal yang penting, namun kerap dilupakan, adalah mengenai permasalahan etika. Padahal, pemahaman mengenai etika sendiri sudah sejak awal ditanamkan. Etika Profesi inilah yang sebenarnya mengatur agar seorang dokter gigi tetap berada dalam koridor profesional untuk mewujudkan pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang optimal bagi masyarakat. Kemampuan untuk berkomunikasi dengan pasien secara efektif juga dibutuhkan demi menyebarkan pendidikan serta meningkatkan awareness terhadap kesehatan gigi dan mulut pasien.

Organisasi profesi yang ada, sebenarnya telah mengawal dokter gigi agar tetap memperhatikan poin-poin tersebut dalam menjalankan profesinya. Namun demikian, semuanya kembali lagi kepada seorang dokter gigi dalam menjalankan profesinya. Kerja sama antar sejawat, peran organisasi profesi, serta kesadaran diri untuk terus meningkatkan kompetensi diharapkan dapat mewujudkan profesionalisme dokter gigi di tengah masyarakat. Sehingga pun jika tantangan global datang mulai saat ini dan seterusnya bagi profesi dokter gigi, kompetensi serta perhatian terhadap etika profesi niscaya dapat menjaganya untuk tetap berdiri tegak di tengah tempaan badai globalisasi. Tidak perlu takut, karena kemampuan dokter gigi indonesia pun dapat bersaing bahkan di kancah dunia.  Tetap bekerja dengan hati, memberikan pelayanan yang terbaik bagi pasien, itu lah yang penting untuk tetap dipegang oleh seorang dokter gigi.

Waktu itu, diminta menulis tentang profesionalisme.. :)

Berantas Korupsi dengan Hati Nurani

28 Des

Hasil mengutak-atik sentitems di pagi hari.. Saya betul lupa pernah menulis tulisan ini,, niatnya untuk dikirimkan ke jawapos (koran lokal jawa timur) pada tanggal 1 Februari 2007 dengan harapan dapat dimuat, namun sepertinya kala itu tidak dimuat.. :D hehe.. tak pe laahh :)

BERANTAS KORUPSI DENGAN HATI NURANI

Oleh : Nisallina Apridini

Siswi kelas akselerasi SMA Negeri 1 Sidoarjo

 

Sebenarnya saya tidak tahu apakah suara saya akan didengarkan. Tetapi, saya hanya mencoba mengutarakan pendapat saya mengenai topik yang menjadi pembicaraan dalam koran jawa pos minggu ini.

Korupsi, saya baru mengenal istilah ini ketika saya masih duduk di bangku sekolah dasar. Saya masih ingat bahwa istilah korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) telah dikenalkan melalui mata pelajaran PPKN (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan). Saya rasa dalam pelajaran agama juga telah dijelaskan bahwa seseorang yang mengambil hak orang lain akan mendapat dosa yang sangat besar. Sehingga tidak sulit bagi para petinggi-petinggi negara ini untuk mengetahui betapa kegiatan korupsi adalah buruk adanya dan hanya akan membawa kesenangan sesaat dan membawa penderitaan yang berkepanjangan. Penderitaan tersebut tidak hanya dialami oleh koruptor, tapi juga rakyat yang telah diambil haknya.

Mengingat sifat manusia yang rakus, memang tidak bisa dipungkiri bahwa manusia berusaha mendapatkan segalanya untuk dirinya sendiri tanpa memikirkan bagaimana cara dan juga akibat yang ditimbulkan dari tindakan tersebut. Tanpa iman yang kuat, sulit rasanya untuk menghindari godaan-godaan yang kerap muncul. Di saat kekuasaan dan harta telah didapat, timbul godaan untuk menambah kekayaan. Oleh karena itu, tidak jarang yang berkorupsi adalah orang-orang terpandang dan dipercaya oleh rakyat.

Saya mencoba mengutarakan pendapat saya bahwa korupsi harus diberantas dengan hati nurani. Hati nurani sesama manusia, juga hati nurani para wakil bahkan pemimpin rakyat yang telah mendapatkan amanat yang begitu besar dari rakyat. Pemandangan yang menyedihkan terlihat di Indonesia. Di satu sisi, seorang yang telah berkecukupan hidupnya, berusaha untuk terus menambah dan menambah kekayaan tanpa memikirkan sekelilingnya. Tetapi di satu sisi, orang-orang yang tidak tercukupi hidupnya terus bertambah di jalanan, terus menanti dan berjemur di bawah terik matahari demi mendapatkan sepeser rupiah dengan terus mengharap perbaikan dalam kehidupannya tanpa tahu kapan bisa mengentaskan diri atau dientaskan dari perih yang berkepanjangan. Anak-anak bahkan jadi korban para koruptor-koruptor yang entah masih memiliki hati nurani atau tidak. Anak-anak yang begitu malang. Disaat hujan turun, kita pasti akan segera mencari tempat untuk berteduh atau mungkin segera masuk rumah dan meringkuk manja dibalik hangatnya selimut. Sedangkan mereka segera berhamburan di pusat perbelanjaan atau terminal, berlari-lari kecil sambil membawa payung untuk menyediakan jasa peminjaman payung demi mendapatkan 1.000 rupiah. Anak-anak yang malang yang harus hidup dalam situasi yang tidak kondusif sehingga terjerumus ke dalam pergaulan yang salah. Inikah nasib generasi penerus bangsa yang sedianya akan dipersiapkan untuk memimpin bangsa ini di masa yang akan datang ?

Bayangkan, apabila kita dihadapkan pada kenyataan hidup seperti itu, belum tentu kita dapat tegar dan kuat layaknya mereka yang berusaha tetap tersenyum dalam kondisi sepahit itu.

Menambahi pendapat dari Saudari Nurani Soyomukti pada Jawa Pos edisi Kamis 1 Februari 2007, Mengapa tidak mulai dari saat ini sejarah bangsa kita dirubah, tentunya oleh para petinggi-petinggi negara serta wakil rakyat juga segenap rakyat Indonesia. Meskipun tidak semudah membalikkan tangan, tetapi dengan kesadaran dari individu tiap-tiap warga negara tidak ada salahnya kita terus berusaha menjadi insan yang terbaik. Walaupun sejatinya tidak ada manusia yang sempurna, tetapi berusaha menjadi lebih baik pastinya akan berbuah kebaikan pula. Apakah praktik korupsi yang menjadi contoh bagi kami, generasi penerus bangsa ? Apabila di masa yang akan datang korupsi tetap menjadi kebudayaan, apakah akan terus menyalahkan pemerintahan di masa lalu ? Tidak ada gunanya mencari kambing hitam. Coba berkaca pada diri kita sendiri. Apakah kita telah menjadi insan yang baik? Dan kita harus berusaha yang terbaik, untuk diri kita sendiri, orang-orang di sekitar kita, bahkan masyarakat luas.

Cinta Remaja Seharusnya..

28 Des
Surat ini dikirim oleh Mawar ke asmanadia@yahoogroups.com

Assalamuallaikum Wr.Wb…

Mbak, perkenalkan, nama saya mawar (bukan nama sebenarnya)…

Sebenernya udah lama saya pingin ngirim e-mail ke mbak, cuman gak tau alamat e-mailnya ..

Setelah saya baca buku mbak yang judulnya “jatuh bangun cintaku” saya jadi keinget lagi untuk ngirim e-mail ini ke mbak…

Saya sebenernya ingin sedikit cerita ke mbak,.. dan ingin meminta pendapat dari mbak…

Saya …. Kurang setuju kalau “pacaran” menjadi anggapan yang negative, dalam artian… semua orang (muslim tentunya) menganggap bahwa pacaran itu selalu negative, apabila terdengar kata si anu pacaran sama si itu, selalu pikiran negative yang muncul . bukannya itu sama saja dengan su’udzon… memang benar, kebanyakkan anak muda sekarang kalau pacaran terlalu melebihi batas, tetapi mungkin masih ada segelintir pasangan yang tetap menjaga teguh aturan –aturan islam…..

Saya ber-argumen seperti itu, karena saya sendiri menjalankannya…

Awalnya, saya tidak pernah mengenal lelaki ini… Saya hanya tau dia ada di kelas sebelah karena ada temen saya yang naksir sama dia… Dan saya cuman sebatas tau namanya saja. Lalu, pada bulan desember 2004, dia mengatakan cinta pada sahabat dekat saya (yang notabene teman sd-nya).. tapi ternyata cintanya ditolak oleh sahabat saya..

Lalu, setelah itu tak ada kabar lagi yang terdengar dari dia. Tiba-tiba, pada bulan Februari 2005, dia mengajak saya kenalan… awalnya, saya tidak menganggap itu serius dan saya menganggap dia cuman bercanda dan ingin menambah kenalan… Pertama kali, saya mendapat sms dari dia hari jumat… Berbeda dengan cowok yang biasanya melancarkan PDKT (istilahnya pendekatan, ) SMS yang ke-2 kalinya baru saya dapatkan jumat depannya…

Saya beranikan diri bertanya padanya, kenapa dia selalu SMS di hari jumat… Jawabannya begini, “Karena hari pada hari sabtu, jadwal pelajaran saya hanya olah raga dan kamu hanya agama islam”

Subhanallah… gak tau kenapa saya jadi simpati sama dia mbak… Dia bener-bener bisa ngeyakinin saya kalau dia  tidak akan membawa pengaruh jelek bagi saya,

Bismillah…. Semoga itu semua benar adanya, amin…

Pertemanan kami berlanjut, hanya lewat SMS, di sekolah kami tidak pernah bertegur sapa atau sekedar ngobrol layaknya teman. Tersenyum pun tidak, karena kami tidak berani melihat wajah masing-masing…,

Setiap SMS-an, topik kami rata-rata mengenai nilai-nilai ulangan,.. kebetulan waktu itu kami kelas 3 SMP dan lagi banyak-banyaknya ulangan dan ujian ….  Saya jadi terpacu untuk  mendapat nilai bagus. Saya merasa malu kalau ternyata nilai saya di bawah nilainya , (Astaghfirullah… padahal gak boleh ya mbak… Dasar aku!)

Sampai akhirnya, di bulan April, dia bilang “Would you be my girl?”… Duh, mbak rasanya… ngomong gak tuh gak bisa, Astaghfirullahaladzim…. Akhirnya, dengan pertimbangan mama juga, aku bilang iya … Mama cuman pesen ke aku , “Mama gak mau dosa ya nak….”

Fiuh,…. Gak ada yang tau! Karena memang kami tidak pernah menampakkannya di depan orang lain mbak, kami benar-benar menjaga… Kami berusaha semaksimal mungkin agar kami bisa lulus ujian dengan nilai yang baik dan masuk ke SMA negeri yang favorit di kota kami…

Sekali lagi Allah memberikan kenikmatan pada kami,… Sekolah kami dipisah! … Mulai ada yang tau tentang hubungan kami, itu pun dari mulut ke mulut, setelah ada temen ceweknya yang ngebuka2 inbox message di hp-nya dan ngeliat sms2 qta… Padahal mbak, hampir gak pernah ada kata sayang, cinta… dsb-dsb di sms qta, setelah kita berkomitmen klo hubungan kita beda dengan yang lain!

Saya mengikuti kajian yang diadakan oleh alumni di SMA saya, dia juga mengikuti kajian di sekolahnya…. Pengetahuan kami bertambah, dan semakin menguatkan kami bahwa kami harus tetap menjaga agar hubungan kami tidak ternodai dengan aktivitas2 yang dilarang agama…

Dia datang ke rumah saya setelah 7 bulan kami dekat,. Itu pun untuk mengantarkan kado saya ulang tahun…. Sampai sekarang hampir 1 tahun hubungan kita , dia hanya berkunjung ke rumah saya sekitar 5x… Dan itu hanya di teras rumah. yang kita obrolkan, seputar agama… kadang kami bertukar pikiran tentang materi kajian, atau berbagi pengalaman yang bisa diambil pelajarannya..  Pergi ber2, hanya mencari buku pelajaran ke tempat buku bekas, hanya itu saja…. Paling2, dia menjemput saya saat pulang sekolah,… dan gak setiap hari, itupun gak mampir-mapir, langsung pulang ke rumah…

Telpon pun jarang sekali,… Dia selalu mengingatkan saya untuk belajar…

Sebenarnya, meskipun masih lama sekali, tapi orientasi kami pada hubungan ini ialah untuk bisa melanjutkan ke jenjang pernikahan,… memang lucu agaknya mendengar anak kelas 1SMA udah ngomong ke nikah (masih jauuuuuuhhhhhh banget!) Tapi inilah kami, kami berusaha untuk itu… Dan kami terus saling pengertian, Alhamdulillah… belum ada pertengkaran hebat yang sampai mempengaruhi aktivitas belajar kami,…

Alhamdulillah,… saya masuk kelas unggulan di sekolah, sehingga saya insya Allah bisa menyelesaikan pendidikan SMA dalam waktu 2 tahun (do’ain ya mbak… bisa berhasil !)

Saya ingin  membuktikan pada semua orang,… bahwa pacaran gak selalu berakibat negative… masih ada sisi positifnya, dan tidak selalu pacaran diisi aktivitas negative,!

Bagaimana menurut mbak dengan pendapat saya?

Bagaimana seharusnya sikap yang saya ambil?

Apa hubungan kami ini benar?

Bagaimana seharusnya yang kami lakukan ?

Terima kasih sebelumnya mbak, saya berharap sekali mbak bias menjawab e-mail ini secepatnya.,,,,,

Afwan, kalau ada kata-kata saya yang kurang baik….

O,iya …. Saya suka sekali dengan nama anak mbak,,, sampai saya menghapalkannya… Eva Maria Putri Salsabila…

Terima kasih banyak mbak,… Wassalamuallaikum Wr. Wb…

Surat ini dan pengalaman di dalamnya, bisa jadi tidak hanya dialami oleh seorang Mawar, bisa jadi terdapat lebih banyak Mawar di luar sana yang merasakan hal yang sama. Apalagi di usia-usia seperti Mawar yang sedang mengalami masa puber..

Tapi percayalah.. bahwa itu hanya perasaan sesaat.. karena akan lebih banyak mudhorotnya, ketika melanggar apa yang telah Allah tetapkan aturannya kepada hambaNya.. Allah mengetahui sifat manusia yang sering salah dan lupa.. apalagi manusia dikaruniakan oleh Allah hawa nafsu yang dapat dipengaruhi oleh godaan syaithan yang mengarahkan nafsu tersebut pada apa-apa yang dilarang oleh Allah.. dan syaithan menggoda manusia di titik terlemahnya,, syaithan tau.. dan dapat masuk dengan cara-cara yang halus dan tidak disadari.. Oleh karena itu, manusia harus senantiasa berwaspada.. Jangan pernah mendekati apa-apa yang dilarang oleh Allah.. dan pacaran ini,,masya Allah.. betul-betul menjadi sarana untuk mendekati larangan Allah..yaitu Zina..(naudzubillahimindzalik..)

Inilah kalam Allah yang dapat kita jadikan rujukan.. bahwa Allah telah memerintahkan kita untuk menjaga kehormatan dan kesucian seorang wanita..

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS. An Nuur : 31)

dan perintah Allah telah jelas bagi muslim dan muslimah.. untuk tidak sekali-kali mendekati zina..

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (Al Isra : 32)

 

Inilah.. perlunya penjagaan dan pengawasan dari orang-orang terdekat kepada seluruh remaja dan pemuda di sekitar mereka.. Ibu yang memantau anaknya, kakak yang memantau adiknya, atau bisa juga melalui ajakan kepada adik-adik kita untuk ikut mentoring.. melalui mentoring tersebut, diharapkan seorang mentor dapat menyampaikan nilai-nilai Islam dan keindahannya kepada remaja dan pemuda..

Bagi remaja dan pemuda.. juga kita semua.. hendaklah kita tidak meragukan apa yang telah Allah janjikan dalam ayat cinta Nya.. :

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga).” (An Nuur : 26)

Maka.. tugas kita saat ini adalah bukan menyibukkan diri untuk membina hubungan dengan lawan jenis dalam bingkai yang semu..Islam telah menyediakan bingkai indah yang merangkum cinta suci antara seorang muslim dan muslimah, mukmin.. dan mukminah, insya Allah..

Dan Allah adalah satu-satunya ilah yang kita miliki.. Maka segala cinta, pengorbanan dan rasa harap hanya pantas tertuju kepadaNya.. :) mari kita berusaha untuk tetap dalam ketaatan kepadaNya.. karena telah Allah janjikan balasan terindah untuk taat kita kepadaNya..aamiin..

“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu’min , laki-laki dan perempuan yang tetap dalam keta’atannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al Ahzab : 35)

Semoga kita dapat senantiasa menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu.. karena itulah cerminan pribadi yang beruntung, aamiin.. :)

Wallahualam bisshowab..

http://tarbiyah-dzatiyah.blogspot.com/2010/07/ketika-akhawat-jatuh-cinta.html

http://ermaynee.wordpress.com/2010/07/page/2/

Assalamuallaikum Wr.Wb…
Mbak, perkenalkan, nama saya dena…
Sebenernya udah lama saya pingin ngirim e-mail ke mbak, cuman gak tau alamat e-mailnya ..
Setelah saya baca buku mbak yang judulnya “jatuh bangun cintaku” saya jadi keinget lagi untuk ngirim e-mail ini ke mbak…
Saya sebenernya ingin sedikit cerita ke mbak,.. dan ingin meminta pendapat dari mbak…
Saya …. Kurang setuju kalau “pacaran” menjadi anggapan yang negative, dalam artian… semua orang (muslim tentunya) menganggap bahwa pacaran itu selalu negative, apabila terdengar kata si anu pacaran sama si itu, selalu pikiran negative yang muncul . bukannya itu sama saja dengan su’udzon… memang benar, kebanyakkan anak muda sekarang kalau pacaran terlalu melebihi batas, tetapi mungkin masih ada segelintir pasangan yang tetap menjaga teguh aturan –aturan islam…..
Saya ber-argumen seperti itu, karena saya sendiri menjalankannya…
Awalnya, saya tidak pernah mengenal lelaki ini… Saya hanya tau dia ada di kelas sebelah karena ada temen saya yang naksir sama dia… Dan saya cuman sebatas tau namanya saja. Lalu, pada bulan desember 2004, dia mengatakan cinta pada sahabat dekat saya (yang notabene teman sd-nya).. tapi ternyata cintanya ditolak oleh sahabat saya..
Lalu, setelah itu tak ada kabar lagi yang terdengar dari dia. Tiba-tiba, pada bulan Februari 2005, dia mengajak saya kenalan… awalnya, saya tidak menganggap itu serius dan saya menganggap dia cuman bercanda dan ingin menambah kenalan… Pertama kali, saya mendapat sms dari dia hari jumat… Berbeda dengan cowok yang biasanya melancarkan PDKT (istilahnya pendekatan, ) SMS yang ke-2 kalinya baru saya dapatkan jumat depannya…
Saya beranikan diri bertanya padanya, kenapa dia selalu SMS di hari jumat… Jawabannya begini, “Karena hari pada hari sabtu, jadwal pelajaran saya hanya olah raga dan kamu hanya agama islam
Subhanallah… gak tau kenapa saya jadi simpati sama dia mbak… Dia bener-bener bisa ngeyakinin saya kalau dia  tidak akan membawa pengaruh jelek bagi saya, J
Bismillah…. Semoga itu semua benar adanya, amin… J
Pertemanan kami berlanjut, hanya lewat SMS, di sekolah kami tidak pernah bertegur sapa atau sekedar ngobrol layaknya teman. Tersenyum pun tidak, karena kami tidak berani melihat wajah masing-masing…,
Setiap SMS-an, topik kami rata-rata mengenai nilai-nilai ulangan,.. kebetulan waktu itu kami kelas 3 SMP dan lagi banyak-banyaknya ulangan dan ujian ….  Saya jadi terpacu untuk  mendapat nilai bagus. Saya merasa malu kalau ternyata nilai saya di bawah nilainya , (Astaghfirullah… padahal gak boleh ya mbak… Dasar aku!)
Sampai akhirnya, di bulan April, dia bilang “Would you be my girl?”… Duh, mbak rasanya… ngomong gak tuh gak bisa, Astaghfirullahaladzim…. Akhirnya, dengan pertimbangan mama juga, aku bilang iya … Mama cuman pesen ke aku , “Mama gak mau dosa ya na….”
Fiuh,…. Gak ada yang tau! Karena memang kami tidak pernah menampakkannya di depan orang lain mbak, kami benar-benar menjaga… Kami berusaha semaksimal mungkin agar kami bisa lulus ujian dengan nilai yang baik dan masuk ke SMA negeri yang favorit di kota kami…
Sekali lagi Allah memberikan kenikmatan pada kami,… Sekolah kami dipisah! … Mulai ada yang tau tentang hubungan kami, itu pun dari mulut ke mulut, setelah ada temen ceweknya yang ngebuka2 inbox message di hp-nya dan ngeliat sms2 qta… Padahal mbak, hampir gak pernah ada kata sayang, cinta… dsb-dsb di sms qta, setelah kita berkomitmen klo hubungan kita beda dengan yang lain!
Saya mengikuti kajian yang diadakan oleh alumni di SMA saya, dia juga mengikuti kajian di sekolahnya…. Pengetahuan kami bertambah, dan semakin menguatkan kami bahwa kami harus tetap menjaga agar hubungan kami tidak ternodai dengan aktivitas2 yang dilarang agama…
Dia datang ke rumah saya setelah 7 bulan kami dekat,. Itu pun untuk mengantarkan kado saya ulang tahun…. Sampai sekarang hampir 1 tahun hubungan kita , dia hanya berkunjung ke rumah saya sekitar 5x… Dan itu hanya di teras rumah. yang kita obrolkan, seputar agama… kadang kami bertukar pikiran tentang materi kajian, atau berbagi pengalaman yang bisa diambil pelajarannya..  Pergi ber2, hanya mencari buku pelajaran ke tempat buku bekas, hanya itu saja…. Paling2, dia menjemput saya saat pulang sekolah,… dan gak setiap hari, itupun gak mampir-mapir, langsung pulang ke rumah…
Telpon pun jarang sekali,… Dia selalu mengingatkan saya untuk belajar…
Sebenarnya, meskipun masih lama sekali, tapi orientasi kami pada hubungan ini ialah untuk bisa melanjutkan ke jenjang pernikahan,… memang lucu agaknya mendengar anak kelas 1SMA udah ngomong ke nikah (masih jauuuuuuhhhhhh banget!) Tapi inilah kami, kami berusaha untuk itu… Dan kami terus saling pengertian, Alhamdulillah… belum ada pertengkaran hebat yang sampai mempengaruhi aktivitas belajar kami,…
Alhamdulillah,… saya masuk kelas unggulan di sekolah, sehingga saya insya Allah bisa menyelesaikan pendidikan SMA dalam waktu 2 tahun (do’ain ya mbak… bisa berhasil !)
Saya ingin  membuktikan pada semua orang,… bahwa pacaran gak selalu berakibat negative… masih ada sisi positifnya, dan tidak selalu pacaran diisi aktivitas negative,!
Bagaimana menurut mbak dengan pendapat saya?
Bagaimana seharusnya sikap yang saya ambil?
Apa hubungan kami ini benar?
Bagaimana seharusnya yang kami lakukan ?
Terima kasih sebelumnya mbak, saya berharap sekali mbak bias menjawab e-mail ini secepatnya.,,,,,
Afwan, kalau ada kata-kata saya yang kurang baik….
O,iya …. Saya suka sekali dengan nama anak mbak,,, sampai saya menghapalkannya… Eva Maria Putri Salsabila… JJJJ
Terima kasih banyak mbak,… Wassalamuallaikum Wr. Wb…

Papa.. :)

23 Jan

Mungkin sudah banyak yang menemukan tulisan tersebut di notes.. atau mungkin di milist.. bahkan bisa jadi masih terjajar manis di barisan inbox email kalian masing2..

Aku pun pernah membacanya sebelumnya.. namun,, beberapa hari yang lalu.. ada seseorang yang langsung mengirimkannya ke inbox email ku.. siapa coba??? Siapaaa???? Papa ku.. yap! Papaku mengirimkan email tersebut dengan subjek Bapak.. aku sedih, sedih ketika pertama kali membacanya.. hal yang ingin aku lakukan ketika itu ialah memeluk Papa dengan erat… sembari berkata.. Papa.. dena sayaang.. sayaang sekali sama papa.. hanya itu,,, dan kemudian terbayang potongan-potongan notes itu jika dibandingkan dengan apa yang papa lakukan kepada dena selama ini.. sama! Sebagian besar sama.. mungkin itu memang naluri seorang ayah..

Dan ketika kemudian aku menerima langsung kisah itu dari papa.. (meskipun hanya berupa forwardan email yang bahkan titik dan komanya pun sama),, tapi aku membacanya lagi.. berulang.. sambil membayangkan bahwa itulah sebenarnya apa yang papa rasakan..

Papa khawatir.. tapi cukup dengan ucapan pengingatan untuk berhati-hati..

Papa rindu.. tapi hanya dengan mendengar suara kita sebentar saja dan memastikan semua baik-baik saja..sudah cukup baginya

Papa bangga.. namun hanya berwujudkan peringatan untuk tidak mudah puas akan hasil yang telah dituai..

Papa sayang.. tapi diungkapkan dengan bahasa yang berbeda.. bahasa Ayah..singkat, namun sarat akan makna ^^

Masya Allah. berapa kali dena sampai mengecewakan papa.. Ampuni dena lahir dan bathin paaa.. sungguh.. tak ada ridho Allah kepada dena.. jika papa tidak ridho .. maka dena mohon keridhoan Papa dalam setiap aktivitas dena.. doa papa demi tercapainya kesuksesan dena dalam hidup.. amin..

Papa.. Juara satu seluruh dunia.. :)

Berikut saya sertakan link notes indah bertemakan ayah itu..

http://www.facebook.com/profile.php?v=app_2347471856&ref=profile&id=676268045#/note.php?note_id=183179114180

Kisah Si Biru.. ^^

22 Jan

Setelah berkisah tentang si kuning.. kisahku kan berlanjut kepada kisah si biru..

Aristyani Dwi Rahmani.. sahabatku yang cantik dan dewasa.. tauladan muslimah masa kini banget dah!!! Hehe.. ketua keputrian pertama dalam struktur rohis angkatan 2007 FKG UI.. hm.. dia banyak menginspirasi muslimah untuk semangat bergerak.. menyelami pribadinya yang unik membuatku banyak belajar darinya.. sosok sahabatku yang kuat dan tegar.. Risty..

Dengan background madrasah aliyah negeri.. berbeda dengan kami yang kebanyakan lulusan SMA Negeri, sedikit banyak pengetahuan agama risty lebih dari kami.. juga amalan2 sholehnya.. sekali lagi kusebut kawan! Dia adalah cerminan muslimah tauladan masa kini.. hehe.. J Risty bisa dibilang pandai bergaul.. dia selalu memiliki banyak kisah untuk dibagi ke semua orang.. di berbagai kesempatan.. karena itulah banyak yang senang berbagi cerita dengan risty..

Hm.. bagiku.. risty adalah orang yang sangat terplanning.. disiplin sekali .. akan perencanaan yang telah ia buat.. Risty juga orang yang sangat normatif.. semuanya berjalan sesuai dengan norma-norma yang berlaku seperti apa.. Risty juga orang yang sangat keras.. dia cukup kuat dalam berargumen dan mempertahankan pendapat sesuai keyakinan yang dimilikinya.. aku kagum padanya.. dia bisa tetap mempertahankan nilai yang dia yakini meskipun berada di lingkungan yang mungkin tidak se-bersahabat itu untuk dia mengamalkan apa yang diyakininya.. :)

Di tengah pribadinya yang didominasi oleh watak seorang koleris.. risty tetap.. memiliki sisi dimana ia bisa jadi sangat melankolis.. hmm.. jika sudah begini.. dia bisa bersikap 180o berbeda dari sebelumnya.. dia akan menjadi sangat memikirkan sesuatu.. sensitif.. bahkan pikiranku tak sampai menjangkau irama rasanya.. tinggi.. terlalu tinggi untuk bisa ditelisik.. apa yang sebenarnya ia rasakan.. dan jika sudah sampai sedemikian.. ingin selalu kupeluk dia.. seraya berkata.. “tidak harus selalu tampil dalam ketegaran kepada setiap orang,.. apalagi kepadaku, sahabatmu.. luapkan semuanya.. tangis sekalipun.. agar kau lega.. kesempurnaan hanya milik Allah dan Rasulullah cintaa.. terlebih kita adalah perempuan..”

Ahhh.. sahabatku yang satu ini..  :) dia membuatku mencintainya dengan cara yang lain.. meskipun aku tauu.. mungkin cinta ini bertepuk sebelah tangan (nah nah.. ko serem jadinyaa.. hehe).. cinta kepada Allah.. insya Allah.. yang masih menyatukan watak dan kepribadian yang berbeda ini.. dia yang sungguh koleris.. bersanding denganku yang pleghmatisnya keterlaluan.

Dan perlu kau tau kawan.. aku dan indri yang masih sedikit labil (itu bahasa kami),, mungkin cukup membuat risty “sedikit tersiksa” dengan ke-labilan kami.. kami sering membeli sesuatu yang sama.. dengan hanya berbeda warna.. disesuaikan dengan warna kesukaan kami masing-masing..

Uhibbuki fillah… tyyy :)

Semoga Allah senantiasa menaungimu berada dalam lindunganNya.. dikuatkan pundakmu untuk mengemban amanah dan beban dalam rangka pembuktian cintamu padaNya.. dan tak kalah pentingnya.. semakin dimudahkan oleh Allah dalam melanjutkan tahap untuk kebangkitan islam setelah membina individu.. membina sebuah usrah (keluarga)..amin Yaa Rabb..Allah saja menjadi tujuan..^^

*bisakah jika ini sekaligus menjawab surat biru-kuningmu itu..??? seperti yang aku katakan.. akan ku publish di blog.. orang2 seperti kalian.. sayang sekali jika tidak dituangkan dalam sebuah kisah.. :D

Kisah Si Kuning.. ^^

22 Jan

Kali ini akan kuceritakan sekelumit tentang sahabatku… seorang bernama Indri Khairati Pratiwi.. entah kenapa.. aku tidak dekat dengan dia ketika kita pertama kali dipertemukan di FKG UI.. sebagai mahasiswi baru angkatan 2007.. yang aku tahu waktu itu, indri juga berasal dari kelas akselerasi.. tapi dengan latar belakang SMA yang “keren” di jakarta, SMA 8.. Dia pun lebih sering menghabiskan hari-hari bersama teman2 dekatnya, begitupula denganku..

Aku sudah berjilbab sejak SMP.. dan indri belum berjilbab kala itu..  namun kemudian, di Ramadhan pertamaku pada masa kuliah.. ia memberi kejutan pada semua dengan penampilan barunya, indah..teduh.. berjilbab.. namun demikian, perubahan yang ia tunjukkan bertahap.. namun pasti menuju seseorang yang lebih baik lagi.. Di kala aku kemudian tidak lagi memakai rok atau menggunakan kaoskaki dan manset untuk menutup sempurna bagian tubuhku,. Ia.. dengan perlahan namun pasti.. menyempurnakan tampilannya.. kami kemudian semakin dekat.. setelah kami terlibat amanah untuk menyelenggarakan pesantren kilat bagi mahasiswi baru di tahun 2008.. Kala itu, ia bertindak sebagai sekretaris dan aku bendahara.. selama 3 hari 2 malam, kami menjalankan aktivitas bersama.. dan bersama-sama pula memegang sebuah kelompok mentoring.. Setelah itu pun, kami tetap memegang kelompok meskipun berbeda.. tidak lagi berdua.. kami dituntut untuk bisa mandiri dalam membina..

Selanjutnya,. Kita acap kali bersama (meskipun tidak terlalu sering.) dalam kegiatan-kegiatan yang bersifat islami.. pengajian, atau kegiatan-kegiatan rohis di fakultas.. Begitulah.. satu yang kurasakan pasti.. keerikatan itu kurasakan kuatnya.. keterikatan itu … direkatkan, dieratkan bukan lagi karena kesamaan karakter, tapi yang kurasakan.. kedekatan ini adalah karena setiap aku berada dengannya.. yang teringat adalah kecintaan ini terbagun karena Allah.. karena ketika kita bersama.. yang teringat adalah peningkatan kapasitas dan kualitas, ketika berbicara dengannya.. yang terbersit adalah pengorbanan besar di jalanNya.. bagaimana bisa menjalani semuanya dengan ikhlas.. karena pengharapan akan ridhoNya.. juga penguatan dari saudara-saudari kita.. dan itulah yang mempererat.. di samping alasan kelabilan yang kita miliki.. itu juga yang mungkin membuat kita bisa agak nyambung.. hehe. J

Entah kenapa.. sering sekali perjalanan kita bersama membawa warna tersendiri.. pasti ada saja kejadian2 aneh yang terjadi.. tanpa dinyana.. pernah satu kali.. akan ada agenda dan kami pun berangkat bersama dengan kndaraan andalan kami jika terjepit waktu.. kereta.. Kami menunggu cukup lama dan tidak pasti kala itu.. sampai terdengar pengumuman bahwa akan ada kereta balik .. yang berarti kemungkinan besar bisa dapat tempat duduk jika cepat menaikinya.. kami pun mendekat ke jalur dimana kereta tersebut akan tiba.. sosok kereta pun mulai tampak.. belum berhenti sempurna.. sudah banyak orang-orang yang meloncat.. demi mendapatkan tempat duduk.. Sebenarnya jiwa nekatku sempat muncul dan berniat ingin loncat juga.. (kehkeh..) tapi kemudian urung ku meloncat, mengingat teman di sampingku ini yang dandanannya cukup cantik dengan rok lebar dan sepatu yang sedikit ber-hak.. hmmm.. sabar saja.. lagipula.. tidak begitu urgent..

Belum selesai ku mengurai argumen untuk tidak meloncat.. tiba-tiba indri meloncat.. hahaha.. aku yang panik langsung saja mengikutinya untuk meloncat.. aku tidak sampai mengira dia akan meloncat.. makanya aku tidak cukup siap untuk meloncat.. dan ketika sampai di dalam kereta.. indri tiba2 berseru.. “sepatuku.. gimana ini sepatukuu..” aku melihat sepatunya ketika aku naik tadi.. ingin ku mengambilnya.. tapi sepatu tersebut terpental sampai masuk ke bawah .. jatuh di jalur kereta.. yang berarti susah sekali untuk bisa mengambilnya.. di tengah kebingungan kami berdua.. entah kenapa aku malah tak bisa menahan tawa karena lagi-lagi aku merasa masih tidak percaya bahwa indri yang memicu kita berdua meloncat.. Ya Allah.. sahabatku ini memang aku kenal sebagai sosok yang nekat.. tapi yang ini berlebihan.. hehe. (afwan ins.. :) ) but that’s why i love youuu. Hoho. Akhirnya sepatu itu kembali ke kaki indri.. setelah ada yang dengan baik hati mau mengambilkannya ..  ngga lagi2 deh.. kalau yang loncat kereta ini ya inss.. hehe

Meskipun kepribadian kita berbeda.. dia yang lebih sangunis dan koleris..dibanding aku yang plegmatis dan sedikit melankolis.. tapi kamu tetap bisa berdiskusi.. tentang banyak hal..meskipun kami berbedah ranah amanah.. tak jarang kami berbeda pendapat,, namun tidak sampai cakar-cakaran.. tenang sajaa.. hehe.. paling nada yang aga meninggi sampai akhirnya aku diam .. *sekali lagi, aku plegmatis.. hehe.

^^

Uhibbuki fillah… inss.. :)

Semoga Allah senantiasa menaungimu berada dalam lindunganNya.. dikuatkan pundakmu untuk mengemban amanah dan beban dalam rangka pembuktian cintamu padaNya.. dan tak kalah pentingnya.. semakin dimudahkan oleh Allah dalam melanjutkan tahap untuk kebangkitan islam setelah membina individu.. membina sebuah usrah (keluarga)..amin Yaa Rabb..Allah saja menjadi tujuan.. ^^

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.