Arsip | Goresan Puitis RSS feed for this section

Memoar Indah di Jalan Dakwah

28 Des

http://yohang.net/amanah.html

Jalan dakwah..

tak pernah terbayangkan bisa kususuri jalan ini..

Jalan yang begitu indah dan menentramkan..

Seberapapun peluh yang menetes..

Energi yang terkuras..

Serta fikiran yang selalu berputar..

Tak pernah menjadi sebuah masalah untuk kemudian keluh terurai..

Karena Ridho Allah sebagai tujuan,,

Ukhuwwah sebagai penguat…

Ijinkan ku istiqomah di jalan ini, Allah..

Jangan ambil nikmat hidayahMu ini..

Karena aku membutuhkannya..

Siapa tah aku yang kerdil ini..

Jalan dakwah ini bahkan tak akan goyah tanpa ku..

Jalan dakwah ini akan tetap .. lurus.. menuju keridhoanMu..

Maka jangan biarkan aku menjadi yang berguguran di jalan ini Rabb.. amin..

 

Sedikit bahasa hati untuk mengupas memoar indah di jalan ini,, jalan dakwah.. jalan perjuangan Rasulullah dan para syuhada yang berjihad tiada gentar demi membela keteguhan dienullah.. Allahuakbar!!! Perjalanan dakwah kian terasa mendarah daging ketika proses itu dimulai.. Proses dimana perubahan itu terjadi.. bertahap,, namun sangat mengena.. Proses dimana kemudian aku menemui kawan-kawan seperjuangan,, yang menakjubkan lagi menguatkan azzam untuk bersama menyusuri jalan dakwah.. Proses itu sungguh tidak cukup lama aku rasakan,, dibandingkan dengan amanah yang tidak hanya untuk satu dua bulan.. yang bersifat temporer,, tapi inilah amanah yang akan aku jalankan seumur hidup,amin.. Proses yang kemudian membawaku mengenal dunia dakwah yang begitu besar, begitu massif.. Takbir bergemuruh di dalam hati.. detak jantung pun terasa lebih cepat dari biasanya.. “merinding”..

Tetesan air mata hampir tumpah… kemudian kutahan tumpahnya dengan senyum haru.. sambil terus berdialog dalam hati.. “kemana saja aku selama ini? Bagaimana bisa aku masih bersantai-santai ketika mereka (yang subhanallah itu..) telah memulai langkah lebih awal di jalan ini.. Allah,, sekali lagi kau tunjukkan kebesaranMu.. dan bertambah keyakinanku bahwa hidayah sepenuhnya milikMu Yaa Allah..” . Dakwah ini membawaku mengenal orang-orang hebat di dalamnya. Yang berdakwah dengan jiwa dan harta mereka.. Subhanallah.. Berada di sekitar mereka sejuk.. berada di sekitar mereka tentram.. dan semangat ini kembali terisi ketika bercengkerama dengan mereka .. mendengarkan pengalaman-pengalaman dakwah yang subhanallah..

Di jalan inilah aku belajar memahami dan menguntai makna ikhlas, makna taat, makn ukhuwwah.. Subhanallah.. Mungkin aku bukan orang yang pandai menguraikan detil hati dengan gemulai.. namun kenikmatan ini begitu membuncah.. sehingga menjadi motivasiku untuk tetap teguh.. meniti langkah di jalan ini.. Memulai dengan merangkak, tertatih.. namun aku ingin berlari.. berlari menuju ridhoNya,, sampai kelak Sang Pemilik Jiwa yang akan membuatku berhenti.. untuk kemudian kembali kepadaNya..

Bismillahirrahmanirrahim.. kususuri langkah pasti ini..  :)

ditulis dengan begitu mengharu biru, 13 Oktober 2009

Mimpiku akan cinta…

3 Nov

Audzubillahiminasysyaithanirrajim…
Bismillahirrahmanirrahim..

Pernahkan kita membayangkan siapa orang yang akan bersama-sama dengan kita kelak? Yang akan menjadi sandaran ketika kita lemah? Dan yang akan kita curahkan perasaan kita sepenuh hati.. karena dengannya .. bertambah kecintaan kita kepada Allah dan Rasulullah.. karena dengannya.. semakin kaya khasanah kita dalam memaknai sebuah kata cinta.. bukan hanya roman maupun picisan namun sebuah kata dengan sejuta makna..

Ntah kenapa tiba-tiba hati ini berandai.. akan sebuah settingan cerita .. bukan berarti hal tersebut adalah yang benar-benar dinginkan.. sampai-sampai tidak mengindahkan apa yang telah direncanakanNya.. namun hanya sekedar harap yang sedikit.. Laa hawla wa laa quwwata illa billah.. sungguh tak ada yang mampu menandingi kuasaNya.. dan segala yang Dia kehendaki adalah yang terbaik bagi kita,,, itu yang terus akan saya tanamkan…dan menggaung di hati..

Kembali ke settingan cerita itu.. (sekali lagi… fiktif belaka..)

Sepulang aku kuliah.. ketika aku berjalan menuju rumah yang telah ada di jarak pandang.. samar-samar kumelihat sebuah kendaraan yang tak asing lagi bagi ku.. (ntah itu motor atau mobil.. atau apa pun).. atau kemudian ketika aku akan memasuki pintu rumah, aku melihat alas kaki yang pernah.. bahkan sering pula kumelihatnya .. dan benda2 yang pernah aku lihat tersebut.. berada dekat dengan rumahku.. dan ketika itu, tampak ada yang sedang bertamu.. karena pintu depan.. untuk masuk ke ruang tamu terbuka lebar, tanpa aku tau syapa gerangan yang sedang bersilaturahim ke rumah..

Lalu aku pun memasuki pintu samping rumah.. agar tidak mengganggu mereka yang sedang bertamu dengan kedatanganku..apalagi sepulang aku menjalankan aktivitas yang pastinya lelah dan mulai lusuh (hehe..),,takut raut ini mengganggu keramahtamahan jamuan tsb.. kemudian mba aku,, seperti biasa akan membukakan pintu samping,, namun ada yang berbeda.. seutas kalimat tidak biasa meluncur dari bibirnya, masih sama dengan logat sunda,
“Ehh.. ini dia teh dena udah pulang.. ibuu,, ini nih.. teh dena udah pulang..”.. lalu aku keheranan,
“ada apa mba?” .. belum sempat si mba menjawab pertanyaanku.. nenek kemudian langsung menyambutku dengan raut gembira.. yang ntah kenapa..
“Dena.. akhirnya la datang,, dari tadi ditungguin..”.. samar-samar terdengar perbincangan di ruang tamu,, ada suara aki ku.. suara seorang bapak2 dan ibu2.. jugaa,, ada suara lelaki yang sepertinya aku pernah mendengarnya..
“ada apa nek?” aku pun bertanya masih dengan raut yang keheranan…
“Ada keluarga yang menunggu dena.. ada yang ingin disampaikan katanya.. tadi nenek juga sudah telfon papa mama,, papa mama bilang, terserah dena saja akan menjawab apa.. karena nenek aki juga sebenarnya sudah melihat niat baik dia.. dia juga orang yang bertanggung jawab, pintar, mapan, sopan.. dan yang terpenting.. muka nya bersinar.. tanda sering wudhu.. sikapnya pun tawadhu.. menandakan ketundukannya pada sang Khalik.. tinggal dena saja melihat,, katanya dia sudah kenal dengan dena..dena juga kenal dengan dia..”
Jujur.. butuh waktu yang lama untuk mengurai kalimat-kalimat bruntun yang nenek sampaikan.. dengan kondisi lelah sepulang kuliah tersebut,, daya konsentrasi pun sudah cukup menurun pada jam-jam tersebut..

“Cepat laa. Mandi dulu,, bersih-bersih, nanti langsung ke ruang tamu yaa.” Nenek menyadarkanku dari fikiran yang berputar untuk mencoba mencerna apa yang sebenarnya terjadi..

Aku pun berjalan menuju kamar,, usahaku untuk mengintip ke ruang tamu pun gagal.. karena aku baru sadar.. tidak ada kacamata yang bertengger di telinga sebagai alat bantu ku untuk melihat lebih jelas..

Kuturuti perintah nenek.. segera aku bersih-bersih, dan ntah kenapa.. aku ingin mengenakan baju berwarna merah muda kala itu.. baju itu adalah baju kesukaanku.. yang aku suka mengenakannya jika hatiku sedang cerah karena bahagia..

Selama bersih-bersih,, aku terus larut dalam putaran argumen dan asumsi akan kejadian yang sedang aku hadapi.. keanehan sepulang kuliah ini.. mungkin segera akan kutemukan jawabannya..

Kemudian aku pun keluar kamar, setelah memastikan diriku telah rapih untuk bertemu dengan tamu nenek dan aki.. ketika memasuki ruang tamu,, aku melihatnya.. yaaa .. dia.. sosok yang begitu aku kenal,, dia duduk dengan stelan yang sungguh rapih. Menunduk. Ntah kenapa,, di sampingnya duduk seorang ibu dan bapak.. yang sepertinya mereka adalah orang tuanya.. Serentak degup jantungku seakan sedang berlari, begitu cepat ritmenya.. kucoba mengatur pola nafasku..

“Nahh ini dena sudah selesai.. ayo dena sini duduk dekat aki..” kali ini akiku yang berbicara..

Masih dengan wajah bingung,, kuturuti perintah aki ku.. untuk duduk di sampingnya sambil terus menunduk dan beristighfar… sampai kemudian mulai terdengar perbincangan yang dimulai oleh bapaknya.. maksud kedatangan.. mengapa tiba-tiba.. sampai meminta jawabanku atas keinginannya..

Sambil terus beristighfar.. tak terasa pipiku basah.. basah oleh genangan air mata yang kemudian tumpah karena tak kuat lagi menampung banyaknya di sudut mata.. Asma Allah kian mengalir di bibir.. ntah pujian apa lagi yang pantas untuk mengagungkan kekuasaanNya.. Subhanallah.. walhmdulillah.. wa Laa ilaaha illallah.. wallahu akbar!! Sungguh tak ada daya dan kuasa melainkan atas seizinMu ya Allah.. dan inilah yang terjadi dalam hidupku.. secara tiba-tiba,, datang dengan tiba-tiba,, di waktu yang tiba-tiba pula.. dan kemudian membuatku menangis dengan tiba-tiba.. tangisan bahagia.. dan aku hanya bisa diam seraya mengangguk..

“Alhamdulillah..” kalimat syukur pun terurai oleh semua yang ada di ruangan ini.. nyaring.. hanya aku saja yang mengucapnya dengan lirih..

Dan dia.. sosok yang aku kenal.. masih dengan kepala yang tertunduk.. namun senyum mengembang.. pertanda kelegaan dan kebahagiaan.. sambil terus berucap syukur.. Ahhh.. syukurku lebih mendalam.. ketika aku membayangkan engkau lah yang akan menjadi imam ku kelak.. yang akan menjadi abi yang baik untuk anak-anak kita..

Bagaimana aku bisa menolakmu…
Sedangkan kau adalah sosok yang baik,,, yang aku mengenalmu dan kau pun mengenalku,,,
Bagaimana aku bisa menolakmu..
Sedangkan kau terus membuatku kagum akan besarnya cintamu kepadaNya.. akan ghirahmu yang terus mengangkasa.. dan pengorbananmu yang sungguh besar dalam menyusuri jalan dakwah…
Bagaimana aku bisa menolakmu…
Sedangkan sosok sepertimu lah yang aku idamkan sebagai seorang imam..
Bagaimana aku bisa menolakmu..
Ketika aku baru tahu sekarang,, kau menyimpan perasaan itu.. untuk kemudian kau sampaikan dengan cara yang baik dan sungguh menghormati iffahku sebagai wanita muslimah… sedangkan di luar sana, banyak yang tergilakan hanya karena cinta.. meninggalkan agenda yang penting hanya karena tak bisa menjaga kesucian cinta kepadaNya..
Bagaimana aku bisa menolakmu…
Ketika aku menyukai caramu menyimpannya hingga menyampaikannya sekarang..

Bagaimana aku bisa menolakmu…
Ketika kau sungguh memberikanku penyadaran yang arif, bahwa semua akan terasa indah pada waktunya..
Bagaimana aku bisa menolakmu..
Sedangkan aku yakin,, bahwa namamu lah yang telah tercatat di Lauhul Mahfudz untuk bersanding denganku..
Pantaskah aku menolakmu..
Ketika Allah menanugerahkan dirimu seutuhnya untukku yang jauh dari sempurna..

Sekelumit harapan dan asa..
Sambil terus berharap yang terbaik selalu dariNya..
Dan usaha keras untuk senantiasa menjaga kesucian cintaku padaNya..
Bilamana saat itu datang.. Cukup Allah saja lah yang mengetahui skenarionya..

Agendaku saat ini adalah terus memperbaiki diri.. terus beramal.. terus bermanfaat.. dan senantiasa yakin akan janjiNya..

“….dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)…” An Nuur : 26.

Ayooo semangat!! Cinta Allah saja sebagai tujuan saat ini.. :)

ANALISA CURHAT -CatatandanPikiranHati-

29 Okt

Bismillah..

Hmm.. pikiran ini tiba-tiba aja terbersit waktu lagi jalan mo cari angkot di bogor. Dan ini memang buah pikiran seorang muslimah yang masih harus banyak lagi mencari ilmu.. (fastaqim!!) Jadi seandainya ada yang kurang berkenan.. itu semata-mata karena kekhilafan pribadi.. mohon dimaafkan dan dikoreksi..

Jadi.. topik dialog hati sepanjang jalan itu ialah tentang CURHAT.. hm. Dari jaman SD, masalah curhat ini kayaknya emang udah familiar deh.. (Iya ngga? Hehe. Apa saya aja yang gitu?) Kayaknya kalo udah ada kata-kata CURHAT pasti bawaannya semangat pengen ceritaaa.. teruss.apapun.. Dan katanya.. CURHAT itu melegakan.. hm. Iya juga sih.. kan manusia memang membutuhkan orang lain di dunia ini, ga bisa sendiri.. mungkin ini juga digeneralisasikan pada poin permasalah pribadi yang sedang diemban.. Tapi, sebenernya orientasi curhat itu macem-macem juga. Ada yang Cuma pengen cerita.. Cuma pengen didenger,, abis itu lega.. Ada lagi yang minta pencerahan.. motivasi .. semangat untuk menghadapi masalah. Tapi ada juga yang mencari solusi dan pendapat. Hmm.. diliat dari orientasinyaa.. tampaknya Urgensi CUHAT cukup tinggi juga nii.. karena permasalahan akan selalu ada.

Nah.. dialog hati ini.. mencoba memaparkan masalah CURHAT dari paradigma berpikir pribadi.. jadi tidak ada yang mengintervensi selain apa-apa yang telah menjadi input dan pengalaman pribadi jugaa.. Tentang CURHAT kepada manusiaa.. bisa jadi ibu, ayah, kakak, adik, sahabat, dan lain lain.. juga “CURHAT” kepada Allah.. agar lebih sistematis (yang tadinya aga ruwet).. saya coba bagi ke beberapa aspek.. dimulai yaa.. bismillah..

    Aspek Kepada Siapa Kita Curhat..

CURHAT berarti mencurahkan isi hati.. keluh kesah, sedih maupun senang semua bisa jadi topik CURHAT.. yang terpikir saat mendapatkan masalah.. pasti “duh..pengen curhat nih!” hehe. Dan jadilah kita berusaha menghubungi mereka yang biasanya kita CURHATin.. Sahabat? Ibu??.. semuanya bisaa.. tapi kita semua manusia, kita semua makhluk,, yang pasti ada aja fokus dan pemikirannya.. Pernah ga ngalamin.. waktu pengen curhat ke siapaa gitu.. ga jadi. Karena kita melihat orang yang mau kita curhatin itu sepertinya sedang bermasalah juga.. jadilah kita memutuskan untuk menyimpannya sendiri..

Eitss.. yakin bisa nyimpen sendiri??? Hm.. agak ga yakin juga sih. Abis masalahnya berat banget.. Waduhh.. jangan lupa jangan lupa.. Masih ada Allah Yang Maha Mengetahui keadaan kita,, dan Allah Yang Maha Mendengar.. Subhanallah.. Allah yang menciptakan kita… Dia lah Sang Khalik.. Ibaratnya nih, ada orang yang bikin robot,, nah pasti orang itu yang paling tahu seluk beluk robot itu, mulai dari sifat si robot, dia bisa ngapain aja, keterbatasannya apa, sampe yang terkecil deh.. si pembuat robot itu pasti tahu.. Begitu juga dengan Allah Yang Maha Pencipta (tapi penciptaan Allah adalah penciptaan yang paling sempurna dan tidak dapat dibandingkan dengan apapun juga).. Jadi, bisa ditarik kesimpulan.. kita tidak perlu menarik keinginan kita untuk CURHAT sama Allah.. Allah pasti mau mendengarkan cerita kita..

    Aspek Waktu Curhat

Hm.. kadang CURHAT itu butuh waktu tertentu kan?? Iya ngga.. hehe. Kadang malah perlu bikin janjian dulu.. kapan nih waktu yang pas.. yang mau curhat bisa.. yang mau dicurhatin juga bisaa.. kadang .. yang pengennya cerita.. gara-gara mungkin ga ketemu-ketemu waktunya. Malah jadi ga cerita.. Gara-gara waktunya ga ketemu,, alhasil.. masalah yang pengen diceritakan juga hilang terhembus waktu.. (Pernah mengalami itu?? Saya pernah. Hehe).. Lagi-lagi ini mungkin yang biasanya kita alami pas pengen curhat ke sahabat..kakak.. atau yang lain..

Kalau Curhat sama Allah.. Subhanallah.. ga ada putus-putusnya seharian.. selalu ada waktu untuk berkomunikasi dengan Allah Subhanahu wa ta’ala.. 24 hours A day! Non stop… yupp.. Via Shalat!! Coba nihh.. mulai jam 12 malam.. sampai menjelang subuh.. ada waktu Shalat Tahajud dan Witir.. Subhanallah.. di pagi-pagi buta gitu istilahnya.. Allah bisa mendengarkan apapun yang kita ingin sampaikan,pengharapan kita.. kepada Nya. Semuanyaa.. coba kalo pagi2 buta telfon orang lain buat curhat.. takut ganggu kan.. hehe.. Terus tidak lama kemudian.. datanglah waktu Subuh.. kalau curhat pas waktu-waktu ini insya Allah jadi fresh. Menjalani aktivitas di pagi hari.. ternyata ada hambatan, atau keluh kesah sebelum ujian.. ada Shalat Dhuha.. kalo ada permasalahan menjelang siang hari.. ada Shalat Dzuhur.. Shalat Ashar.. sampai petang pun.. ada Shalat Maghrib.. dan dilanjutkan Shalat Isya.. Subhanallah.. Curhat sama Allah tidak akan mengenal waktu.. Allah Yang Maha Mendengar..

    Aspek Kerahasiaan..

Pernah gaa.. CURHAT nih ke temen. Terus kita udah wanti-wanti ke temen kita itu.. Beneran ya! Pokoknya ga boleh cerita ke siapa2! Ini privasiku.. jadi please banget jangan dibocorin.. Hm.. sepercaya apapun kita.. itu bukan jaminan 100% curhatan kita terjaga rahasianya.. yang perlu kita sadari adalah.. kita dan mereka yang kita curhati.. sama sama manusia.. dan manusia tempatnya khilaf toh.. jadilah.. bisa aja masalah kita itu tersebar ke yang lain.. meskipun temen kita itu juga nyampein ke orang ketiga tsb. Jangan ceritain ke syapa2 yaa.. ini masalah dia. Aku ga enak sebenernya cerita ke kamu.. (Pernah ngalamin??? Lagi2 saya pernah. Atau pernah jadi yang ngebocorin curhatan? Ayo kita istighfar bersama.. Astaghfirullah.. )

Nah.. kalau kita CURHAT nya ke Allah.. 100% yakin.. masalah kita yang tau Cuma kita dan Allah sajaa.. meskipun tanpa kita ceritapun Allah pasti mengetahui masalah itu.. tapi jadinya masalah yang memang benar2 privasi dan kita tidak ingin orang lain mengetahui akan tersimpan dengan rapih. Subhanallah..

    Aspek Gengsi

Pernah ga.. merasa bahwa masalah kita ini terlalu memalukan untuk diceritakan.. Atau mungkin.. buat ikhwan-ikhwan yang kayanya ko cengeng banget ya pake curhat segala.. (hoho. Tidak bermaksud menyinggung… hanya melihat ‘biasanya gimana’)..
Pernah ga ngerasain gengsi yang sama?? Takut malu.. jadi mo curhat aja mikir dua kali.. hihi. (Lagi-lagi saya pernah..)

Nah.. kalo CURHAT nya ke Allah.. kita mo cerita apapun.. nangis bombay.. dengan bumbu sesenggukan pun kita gak perlu maluu.. sekali lagi.. yang CURHAT nya Cuma antara kita dan Allah sajaa.. jadi mo apapun cerita itu, bagaimanapun kita mengekspresikan cerita kita.. tidak akan ada kekhawatiran untuk malu atau gengsi… Manusia itu makhluk yang lemah kann.. hehe. Jadii yaaa.. saat masalah itu tidak bisa dipikul sendiri.. ingatlah.. Allah akan selalu menerima kita .. amin..

Fuh.fuh. panjang juga notesnya..

Hm.. kesimpulan dan saran : (kaya bikin karya tulis)..

Hm. Kita, manusia,, memang lemah.. dan dalam kehidupan.. kita memang akan selalu menghadapi cobaan dan ujian, disadari ataupun tidak.. Kadang kita merasa cobaan itu sudah overload.. melebihi batas kemampuan kita.. apalagi akhwat.. yang diciptakan dengan perasaan yang sangat halus.. jadi kalo ada masalah.. langsung perasaan yang bermain.. tapi permasalahan itu.. hendaknya sama-sama kita berusaha untuk menjadikannya inisiator terbentuknya pribadi kita yang kuat.. bukan malah menjatuhkan kita.. (Amin..)

Nah.. masalah curhat sendiri.. sebenernyaa bukan bermaksud untuk menjelekkan kalo curhat sama temen,kakak,adek,danlainlain.. Saya juga suka ko curhat sama sahabat sahabat, sama mama, sama kakak, sama tante.. tapi sekaligus pengingat untuk sendiri dan kita semua.. mengutip kajian fatimah di fkg.. ternyata curhat juga ada batasannya loh..kalo ke sesama manusia.. akan ada poin-poin yang harus dijaga untuk tidak diumbar semuanyaa..Tapiiiiii… Ingat.. Allah akan selalu menerima kita.. dalam keadaan apapun kitaa..

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (Al Baqarah : 214)

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Al Baqarah : 186)

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al Baqarah : 153)

“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’” (Al Baqarah : 45)

“Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik),” (Ar Ra’d :22)

Subhanallah…
Begitu Maha Pengasih dan Maha Penyayangnya Allah…
Allah Ya Rabb.. Luruskan jalanku menuju ridhaMu Yaa Allah.. ampuni hambamu yang sering lalai ini.. aminn..

Ukhti.. Jazakillah untuk waktunya mendengar curahan hati selama ini.. semoga kita bisa terus saling mengingatkan dan menguatkan.. Fastaqim!!! Ana Uhibbuki Fillah..

Sebab Aku Mencintaimu Karena Allah..

15 Agu

Sebab aku mencintaimu karena Allah..

Bahagiamu adalah bahagiaku..

Tenangmu adalah inginku..

Sebab aku mencintaimu karena Allah..

Tak ada yang mampu merubuhkannya..

Sekalipun badai hati menempa..

Sebab aku mencintaimu karena Allah..

Inginku selalu memberi,,

Agar wajahmu senantiasa berseri..

Kau pengingat agar iman terjaga..

Ghirah senantiasa membara..

Pancangkan cita bersama..

Untuk tetap teguh di jalan-Nya..

Tak kan putus tali ikatan ini selamanya..

Sebab Aku Mencintaimu Karena-Nya.. J

Allahu Ghayatuna..

Dedicated to :

Ukhti sholihah.. dimanapun kalian berada..

Pengalaman bersamamu tlah banyak memberiku kesempatan..untuk belajar.. Ikhlas..

Karena Allah semata sebagai tujuan..

Sesungguhnya Engkau tahu
bahwa hati ini telah berpadu
berhimpun dalam naungan cintaMu
bertemu dalam ketaatan
bersatu dalam perjuangan
menegakkan syariat dalam kehidupan

Kuatkanlah ikatannya
kekalkanlah cintanya
tunjukilah jalan-jalannya
terangilah dengan cahayamu
yang tiada pernah padam
Ya Rabbi bimbinglah kami

Lapangkanlah dada kami
dengan karunia iman
dan indahnya tawakal padaMu
hidupkan dengan ma’rifatMu
matikan dalam syahid di jalan Mu
Engkaulah pelindung dan pembela

Rabithah Izzatul Islam..

Muhasabah Cinta.. :)

13 Agu
Muhasabah Cinta
Album :
Munsyid : EdCoustic

http://liriknasyid.com

Wahai… Pemilik nyawaku
Betapa lemah diriku ini
Berat ujian dariMu
Kupasrahkan semua padaMu

Tuhan… Baru ku sadar
Indah nikmat sehat itu
Tak pandai aku bersyukur
Kini kuharapkan cintaMu

Reff. :
Kata-kata cinta terucap indah
Mengalun berzikir di kidung doaku
Sakit yang kurasa biar jadi penawar dosaku
Butir-butir cinta air mataku
Teringat semua yang Kau beri untukku
Ampuni khilaf dan salah selama ini
Ya ilahi….
Muhasabah cintaku…

Tuhan… Kuatkan aku
Lindungiku dari putus asa
Jika ku harus mati
Pertemukan aku denganMu

http://www.liriknasyid.com/index.php/lirik/detail/3226/edcoustic-muhasabah_cinta.html

Lirik yang bagus dan menyentuh.. yang hampir setiap pagi menjadi pengingat.. Semangat menjalani hari!!! ^^

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.