Kamu bukan milikmu.. agak membingungkan kah pilihan judul postinganku kali ini? Hm..tiba-tiba terfikir untuk menulis postingan ini setelah ngobrol dengan beberapa teman terkait “rencana masa depan”. Obrolan diawali dengan tausiyah dari teman, mengenai kesuksesan..
beliau mengutip sebuah artikel dari media online yang sudah tidak asing lagi pastinya.. yup eramuslim.com
ini link postingnya : http://www.eramuslim.com/coach-corner/entrepreneur-motivation/sukses-adalah-hak-saya-bagian-1.htm secara singkat, artikel tersebut membahas terkait kiat2 kita dapat meraih kesuksesan.. salah tiga dari prinsip untuk meraih sukses di antaranya ialah :
- Bertanggung jawab 100% terhadap hidup kita
- Tentukan tujuan hidup Anda
- Memutuskan Hal yang Anda inginkan dan yakin itu mungkin
Itu adalah 3 prinsip awal yang kemudian menjadi bahasan di antara kami.. ketika membahas poin ke tiga, sebenarnya akan lebih baik jika kita membuat daftar AKU INGIN!
jadi, semacam daftar hal2 yg kita ingin lakukan dan capai,, namun kita jg harus yakin untuk dapat meraihnya. Daftar AKU INGIN tersebut, Tentunya bisa disusun setelah awalnya kita menentukan tujuan hidup kita. Kita memiliki pandangan ke depan akan kehidupan kita. Jadi.. keinginan kita akan tetap berada dalam koridor menuju tujuan hidup kita. Dan yang terpenting.. kita harus bertanggung jawab terhadap pilihan-pilihan kita.
Oke, itu bahasan singkat tentang isi artikelnya.. dan ketika membahas daftar AKU INGIN,, mbak ku kemudian mencontohkan keinginan untuk menikah , pada usia berapa, juga termasuk keinginan untuk bisa sekolah lagi. Dari situ otak ku pun mulai mencerna kata per kata yang disampaikan oleh mbak ku, sampai aku bergumam sendiri.. begitu banyak yang ingin kulakukan rasanya.. namun semuanya memiliki skala prioritasnya masing-masing.. lagi-lagi kita dihadapkan pada pilihan.. yg mana pilihan yg kita ambil kemudian 100% menjadi tanggung jawab pribadi kita. Tidak boleh menyalahkan orang lain maupun lingkungan sekitar jika kemudian pilihan itu memberikan hasil yang tidak baik dan tidak memuaskan.
Pembicaraan pun berlanjut sampai akhirnya aku pun memikirkan kembali apa yg sebenarnya aku inginkan dan melihat kembali rencana-rencana yg perlahan aku susun, banyak sekali list nya, yang ingin aku lakukan setelah lulus menjadi drg nanti.. ingin PTT!
hoho.. mencari banyak pengalaman, jalan-jalan, dan sekaligus nabung.. sekolah lagi! Itu keinginanku yg lain dan inginnya bisa mendapatkan beasiswa ke luar negeri (aamiin..) atau minimal di dalam negeri,
kalau ada rezeki, ingin jg bisa sekolah untuk mengambil spesialisasi.. belum lagi ingin praktik, dan bekerja di instansi.. banyak yaa.. @___@ bingung.. tapi ingin bisa tercapai semuanya,, itu mimpi-mimpi pribadi, namun kemudian perbincangan kemarin dan pemikiran jg sih sejak mulai menyusun mimpi-mimpi itu adalah.. kapan kewajiban.. sekaligus keinginan menikah itu diprioritaskan.. ketika mimpi pribadi harus melebur dengan mimpi calon pendamping kelak.. bukan untuk menegasikan semua mimpiku sampai habis tak bersisa, melainkan mencoba mengadakan penyesuaian-penyesuaian, karena tak bisa dipungkiri bahwa kehidupan yang berjalan sesudah pernikahan akan jauh berbeda dari kehidupan saat ini yg masih sendiri.. kehidupan setelah pernikahan yg aku bayangkan adalah kehidupan dimana “kamu bukan milikmu” seperti judul postingan ini.. yup! Karena peran akan bertambah,, menjadi istri dan ibu dalam keluarga inti..ada hak dari suami dan anak-anak yg harus aku penuhi, dan itu menjadi kewajibanku tentunya.. mengatur rumah tangga agar dapat berjalan teratur. Hua.. kompleks.. tapi itulah tahapan menuju dewasa yang sebenarnya..
Di antara keinginan-keinginanku untuk mengembangkan diri sendiri,, namun harus pula seimbang dengan pemenuhan kewajiban di rumah (kelak), aku ingin bisa berbakti dgn baik kepada suami..yg ridhonya kelak menjadi kunci ridho Allah kepadaku.. aku ingin juga bisa menjadi ibu yang baik yang bisa menemani setiap perkembangan anak-anaknya, semua ada prioritasnya, dan aku yg harus bisa bijak dalam menentukan pilihan dan menjalankannya.. dan semua harus dalam perencanaan yang apik, ditentukan waktunya.. dirinci apa-apa saja yang harus dipersiapkan.. jangan sampai berantakan, karena kelak.. aku tdk hanya menjadi milik(ego)ku,
Semoga aku bisa menyusun rencana kehidupan yang lebih rapih.. dan dapat memenuhi semua kewajibanku kelak, dalam peran apapun itu, aamiin Yaa Rabb..

Komentar Terakhir