ceracau

6 Sep

hatinya kelam.. rupanya berselimut awan kelabu..mendung tampaknya.
seperti deras hujan akan muncul setelahnya..

hey.. segera payungi mata..
agar deras hujan hati tidak lalu tumpah ruah..
pelupuk saja tak akan mampu menahan,,
agar tak perlu kau jawab tanya..

atau bisa saja kau lari sembunyi..
sendiri dan tak terlihat..
lalu kau tumpahkan semua tak bersisa..
deras.. lalu banjir.. kau memohon kuat pada Yang Maha Kuat..

-kamar,6 Sept 2011-

2 Tanggapan to “ceracau”

  1. Aristyani Dwi R 6 September 2011 pada 10:44 pm #

    cie dena, puitis bener nih… lagi menggalau kah???

  2. Rahmi. A 7 September 2011 pada 9:29 pm #

    CE.RI.TA

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.