Arsip | Desember, 2010

Profesionalisme

28 Des

 

Menjadi seorang dokter gigi, tidak lepas dari tuntutan akan sebuah profesionalisme. Wignjosoebroto mendefinisikan Profesionalisme sebagai suatu paham yang mencitakan dilakukannya kegiatan-kegiatan kerja tertentu dalam masyarakat, berbekalkan keahlian yang tinggi dan berdasarkan rasa keterpanggilan –serta ikrar untuk menerima panggilan tersebut– dengan semangat pengabdian selalu siap memberikan pertolongan kepada sesama yang tengah dirundung kesulitan di tengah gelapnya kehidupan.

Ada beberapa poin yang kemudian perlu digarisbawahi dari definisi tersebut, diantaranya ialah : kegiatan kerja tertentu dalam masyarakat, bekal keahlian yang tinggi, berdasarkan rasa keterpanggilan, ikrar untuk menerima panggilan, serta semangat pengabdian untuk memberikan pertolongan kepada sesama. Konstruk tersebutlah yang kemudian akan membentuk jiwa yang profesional. Untuk bergelut dalam suatu bidang profesi, diperlukan pembekalan, peningkatan kualitas, dan kesadaran diri untuk mengabdi kepada masyarakat.

Seorang dokter gigi pun, merupakan sebuah profesi yang menjunjung tinggi profesionalisme. Betapa seorang dokter gigi menghabiskan minimal 5 tahun untuk bisa mendapatkan kompetensi yang maksimal dan telah terstandardisasi sebagai seorang dokter gigi umum, atau dikenal dengan istilah GP (General Practitioner). Kemudian jika seorang dokter gigi ingin mengambil spesialisasi dalam bidang tertentu, 2-6 tahun lamanya dihabiskan untuk melatih skill yang akan diterapkan dalam pengabdian masyarakat kelak. Kompetensi tersebutlah yang kemudian akan mengantarkan seorang dokter gigi untuk memperoleh sertifikat kompetensi yang berujung pada ijin untuk berpraktik.

Namun demikian, keahlian seorang dokter gigi pun, tidak hanya diperoleh selama menjadi mahasiswa. Seorang dokter gigi perlu menganut konsep ‘Belajar Sepanjang Hayat’ untuk dapat mewujudkan profesionalitas berkesinambungan di bidangnya. Sertifikasi kompetensi tersebut kemudian perlu diperbaharui secara berkala dengan syarat keikutsertaan dalam forum-forum ilmiah dengan maksud upgrading info-info serta pengetahuan terbaru di bidang kedokteran gigi. Dengan keahlian tersebut, maka seorang dokter gigi dapat memberikan bentuk kerja kepada masyarakat sebagai wujud balas jasa atas kepercayaan yang telah diberikan masyarakat untuk melepaskannya dari kesulitan. Hal ini didukung pula oleh pengalaman pengabdian kepada masyarakat, telah dipupuk sejak menjadi seorang mahasiswa, dengan bersikap aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial.

Menjadi suatu hal yang penting, namun kerap dilupakan, adalah mengenai permasalahan etika. Padahal, pemahaman mengenai etika sendiri sudah sejak awal ditanamkan. Etika Profesi inilah yang sebenarnya mengatur agar seorang dokter gigi tetap berada dalam koridor profesional untuk mewujudkan pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang optimal bagi masyarakat. Kemampuan untuk berkomunikasi dengan pasien secara efektif juga dibutuhkan demi menyebarkan pendidikan serta meningkatkan awareness terhadap kesehatan gigi dan mulut pasien.

Organisasi profesi yang ada, sebenarnya telah mengawal dokter gigi agar tetap memperhatikan poin-poin tersebut dalam menjalankan profesinya. Namun demikian, semuanya kembali lagi kepada seorang dokter gigi dalam menjalankan profesinya. Kerja sama antar sejawat, peran organisasi profesi, serta kesadaran diri untuk terus meningkatkan kompetensi diharapkan dapat mewujudkan profesionalisme dokter gigi di tengah masyarakat. Sehingga pun jika tantangan global datang mulai saat ini dan seterusnya bagi profesi dokter gigi, kompetensi serta perhatian terhadap etika profesi niscaya dapat menjaganya untuk tetap berdiri tegak di tengah tempaan badai globalisasi. Tidak perlu takut, karena kemampuan dokter gigi indonesia pun dapat bersaing bahkan di kancah dunia.  Tetap bekerja dengan hati, memberikan pelayanan yang terbaik bagi pasien, itu lah yang penting untuk tetap dipegang oleh seorang dokter gigi.

Waktu itu, diminta menulis tentang profesionalisme.. :)

Memoar Indah di Jalan Dakwah

28 Des

http://yohang.net/amanah.html

Jalan dakwah..

tak pernah terbayangkan bisa kususuri jalan ini..

Jalan yang begitu indah dan menentramkan..

Seberapapun peluh yang menetes..

Energi yang terkuras..

Serta fikiran yang selalu berputar..

Tak pernah menjadi sebuah masalah untuk kemudian keluh terurai..

Karena Ridho Allah sebagai tujuan,,

Ukhuwwah sebagai penguat…

Ijinkan ku istiqomah di jalan ini, Allah..

Jangan ambil nikmat hidayahMu ini..

Karena aku membutuhkannya..

Siapa tah aku yang kerdil ini..

Jalan dakwah ini bahkan tak akan goyah tanpa ku..

Jalan dakwah ini akan tetap .. lurus.. menuju keridhoanMu..

Maka jangan biarkan aku menjadi yang berguguran di jalan ini Rabb.. amin..

 

Sedikit bahasa hati untuk mengupas memoar indah di jalan ini,, jalan dakwah.. jalan perjuangan Rasulullah dan para syuhada yang berjihad tiada gentar demi membela keteguhan dienullah.. Allahuakbar!!! Perjalanan dakwah kian terasa mendarah daging ketika proses itu dimulai.. Proses dimana perubahan itu terjadi.. bertahap,, namun sangat mengena.. Proses dimana kemudian aku menemui kawan-kawan seperjuangan,, yang menakjubkan lagi menguatkan azzam untuk bersama menyusuri jalan dakwah.. Proses itu sungguh tidak cukup lama aku rasakan,, dibandingkan dengan amanah yang tidak hanya untuk satu dua bulan.. yang bersifat temporer,, tapi inilah amanah yang akan aku jalankan seumur hidup,amin.. Proses yang kemudian membawaku mengenal dunia dakwah yang begitu besar, begitu massif.. Takbir bergemuruh di dalam hati.. detak jantung pun terasa lebih cepat dari biasanya.. “merinding”..

Tetesan air mata hampir tumpah… kemudian kutahan tumpahnya dengan senyum haru.. sambil terus berdialog dalam hati.. “kemana saja aku selama ini? Bagaimana bisa aku masih bersantai-santai ketika mereka (yang subhanallah itu..) telah memulai langkah lebih awal di jalan ini.. Allah,, sekali lagi kau tunjukkan kebesaranMu.. dan bertambah keyakinanku bahwa hidayah sepenuhnya milikMu Yaa Allah..” . Dakwah ini membawaku mengenal orang-orang hebat di dalamnya. Yang berdakwah dengan jiwa dan harta mereka.. Subhanallah.. Berada di sekitar mereka sejuk.. berada di sekitar mereka tentram.. dan semangat ini kembali terisi ketika bercengkerama dengan mereka .. mendengarkan pengalaman-pengalaman dakwah yang subhanallah..

Di jalan inilah aku belajar memahami dan menguntai makna ikhlas, makna taat, makn ukhuwwah.. Subhanallah.. Mungkin aku bukan orang yang pandai menguraikan detil hati dengan gemulai.. namun kenikmatan ini begitu membuncah.. sehingga menjadi motivasiku untuk tetap teguh.. meniti langkah di jalan ini.. Memulai dengan merangkak, tertatih.. namun aku ingin berlari.. berlari menuju ridhoNya,, sampai kelak Sang Pemilik Jiwa yang akan membuatku berhenti.. untuk kemudian kembali kepadaNya..

Bismillahirrahmanirrahim.. kususuri langkah pasti ini..  :)

ditulis dengan begitu mengharu biru, 13 Oktober 2009

For The Best Father I’ve Ever Had

28 Des
Assalamuallakum… Papaku sayang….
Ini sebenernya tugas bahasa inggris,,, tapi dena ambil topic papa de… hehe
makasi yaa papa… ^^
-denaanakkeduamuyangselalumenyayangimu-
hehehe….. salam dokter gigi pa!!! ^^

 

 

A PERSON WHO CHANGED MY LIFE

 

My father has given me a great effect to my whole life. There are some reasons why I said so. My father teaches me about how to face a life. I heard my father story that when he was a student, he can not buy everything he wanted because my grandfather wasn’t a very rich man who can buy everything beside he have 6 children. Therefore, my father had to have a very good effort to be a successful person. He wants to make his children happier than he was. My father always shows his responsibility to be a good father and husband. He gives my mother and us, his children. He is a hard worker too. Because of that, he has a good job and he can afford our life. Another thing that makes me happy and very thankful to Allah is that Allah has given me a father who always gives his great support so I do have a big desire to be as good as my father or even better. Last but not least, he always wants the best for his wife and children. Even it will be difficult for him, but he never stops trying. Thus, those reasons show that my father is really my inspiration to face my life. My father is a person who has changed my life with all his love, care, and kindness. I do love my father. I will try to give happiness to my father; hopefully that happiness will be more than the happiness that I feel now.

 

LOVE YOU PAPA….. ^^

-dibuatpadatanggal24Oktober2007untuktugasbahasainggris- :)

Berantas Korupsi dengan Hati Nurani

28 Des

Hasil mengutak-atik sentitems di pagi hari.. Saya betul lupa pernah menulis tulisan ini,, niatnya untuk dikirimkan ke jawapos (koran lokal jawa timur) pada tanggal 1 Februari 2007 dengan harapan dapat dimuat, namun sepertinya kala itu tidak dimuat.. :D hehe.. tak pe laahh :)

BERANTAS KORUPSI DENGAN HATI NURANI

Oleh : Nisallina Apridini

Siswi kelas akselerasi SMA Negeri 1 Sidoarjo

 

Sebenarnya saya tidak tahu apakah suara saya akan didengarkan. Tetapi, saya hanya mencoba mengutarakan pendapat saya mengenai topik yang menjadi pembicaraan dalam koran jawa pos minggu ini.

Korupsi, saya baru mengenal istilah ini ketika saya masih duduk di bangku sekolah dasar. Saya masih ingat bahwa istilah korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) telah dikenalkan melalui mata pelajaran PPKN (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan). Saya rasa dalam pelajaran agama juga telah dijelaskan bahwa seseorang yang mengambil hak orang lain akan mendapat dosa yang sangat besar. Sehingga tidak sulit bagi para petinggi-petinggi negara ini untuk mengetahui betapa kegiatan korupsi adalah buruk adanya dan hanya akan membawa kesenangan sesaat dan membawa penderitaan yang berkepanjangan. Penderitaan tersebut tidak hanya dialami oleh koruptor, tapi juga rakyat yang telah diambil haknya.

Mengingat sifat manusia yang rakus, memang tidak bisa dipungkiri bahwa manusia berusaha mendapatkan segalanya untuk dirinya sendiri tanpa memikirkan bagaimana cara dan juga akibat yang ditimbulkan dari tindakan tersebut. Tanpa iman yang kuat, sulit rasanya untuk menghindari godaan-godaan yang kerap muncul. Di saat kekuasaan dan harta telah didapat, timbul godaan untuk menambah kekayaan. Oleh karena itu, tidak jarang yang berkorupsi adalah orang-orang terpandang dan dipercaya oleh rakyat.

Saya mencoba mengutarakan pendapat saya bahwa korupsi harus diberantas dengan hati nurani. Hati nurani sesama manusia, juga hati nurani para wakil bahkan pemimpin rakyat yang telah mendapatkan amanat yang begitu besar dari rakyat. Pemandangan yang menyedihkan terlihat di Indonesia. Di satu sisi, seorang yang telah berkecukupan hidupnya, berusaha untuk terus menambah dan menambah kekayaan tanpa memikirkan sekelilingnya. Tetapi di satu sisi, orang-orang yang tidak tercukupi hidupnya terus bertambah di jalanan, terus menanti dan berjemur di bawah terik matahari demi mendapatkan sepeser rupiah dengan terus mengharap perbaikan dalam kehidupannya tanpa tahu kapan bisa mengentaskan diri atau dientaskan dari perih yang berkepanjangan. Anak-anak bahkan jadi korban para koruptor-koruptor yang entah masih memiliki hati nurani atau tidak. Anak-anak yang begitu malang. Disaat hujan turun, kita pasti akan segera mencari tempat untuk berteduh atau mungkin segera masuk rumah dan meringkuk manja dibalik hangatnya selimut. Sedangkan mereka segera berhamburan di pusat perbelanjaan atau terminal, berlari-lari kecil sambil membawa payung untuk menyediakan jasa peminjaman payung demi mendapatkan 1.000 rupiah. Anak-anak yang malang yang harus hidup dalam situasi yang tidak kondusif sehingga terjerumus ke dalam pergaulan yang salah. Inikah nasib generasi penerus bangsa yang sedianya akan dipersiapkan untuk memimpin bangsa ini di masa yang akan datang ?

Bayangkan, apabila kita dihadapkan pada kenyataan hidup seperti itu, belum tentu kita dapat tegar dan kuat layaknya mereka yang berusaha tetap tersenyum dalam kondisi sepahit itu.

Menambahi pendapat dari Saudari Nurani Soyomukti pada Jawa Pos edisi Kamis 1 Februari 2007, Mengapa tidak mulai dari saat ini sejarah bangsa kita dirubah, tentunya oleh para petinggi-petinggi negara serta wakil rakyat juga segenap rakyat Indonesia. Meskipun tidak semudah membalikkan tangan, tetapi dengan kesadaran dari individu tiap-tiap warga negara tidak ada salahnya kita terus berusaha menjadi insan yang terbaik. Walaupun sejatinya tidak ada manusia yang sempurna, tetapi berusaha menjadi lebih baik pastinya akan berbuah kebaikan pula. Apakah praktik korupsi yang menjadi contoh bagi kami, generasi penerus bangsa ? Apabila di masa yang akan datang korupsi tetap menjadi kebudayaan, apakah akan terus menyalahkan pemerintahan di masa lalu ? Tidak ada gunanya mencari kambing hitam. Coba berkaca pada diri kita sendiri. Apakah kita telah menjadi insan yang baik? Dan kita harus berusaha yang terbaik, untuk diri kita sendiri, orang-orang di sekitar kita, bahkan masyarakat luas.

Cinta Remaja Seharusnya..

28 Des
Surat ini dikirim oleh Mawar ke asmanadia@yahoogroups.com

Assalamuallaikum Wr.Wb…

Mbak, perkenalkan, nama saya mawar (bukan nama sebenarnya)…

Sebenernya udah lama saya pingin ngirim e-mail ke mbak, cuman gak tau alamat e-mailnya ..

Setelah saya baca buku mbak yang judulnya “jatuh bangun cintaku” saya jadi keinget lagi untuk ngirim e-mail ini ke mbak…

Saya sebenernya ingin sedikit cerita ke mbak,.. dan ingin meminta pendapat dari mbak…

Saya …. Kurang setuju kalau “pacaran” menjadi anggapan yang negative, dalam artian… semua orang (muslim tentunya) menganggap bahwa pacaran itu selalu negative, apabila terdengar kata si anu pacaran sama si itu, selalu pikiran negative yang muncul . bukannya itu sama saja dengan su’udzon… memang benar, kebanyakkan anak muda sekarang kalau pacaran terlalu melebihi batas, tetapi mungkin masih ada segelintir pasangan yang tetap menjaga teguh aturan –aturan islam…..

Saya ber-argumen seperti itu, karena saya sendiri menjalankannya…

Awalnya, saya tidak pernah mengenal lelaki ini… Saya hanya tau dia ada di kelas sebelah karena ada temen saya yang naksir sama dia… Dan saya cuman sebatas tau namanya saja. Lalu, pada bulan desember 2004, dia mengatakan cinta pada sahabat dekat saya (yang notabene teman sd-nya).. tapi ternyata cintanya ditolak oleh sahabat saya..

Lalu, setelah itu tak ada kabar lagi yang terdengar dari dia. Tiba-tiba, pada bulan Februari 2005, dia mengajak saya kenalan… awalnya, saya tidak menganggap itu serius dan saya menganggap dia cuman bercanda dan ingin menambah kenalan… Pertama kali, saya mendapat sms dari dia hari jumat… Berbeda dengan cowok yang biasanya melancarkan PDKT (istilahnya pendekatan, ) SMS yang ke-2 kalinya baru saya dapatkan jumat depannya…

Saya beranikan diri bertanya padanya, kenapa dia selalu SMS di hari jumat… Jawabannya begini, “Karena hari pada hari sabtu, jadwal pelajaran saya hanya olah raga dan kamu hanya agama islam”

Subhanallah… gak tau kenapa saya jadi simpati sama dia mbak… Dia bener-bener bisa ngeyakinin saya kalau dia  tidak akan membawa pengaruh jelek bagi saya,

Bismillah…. Semoga itu semua benar adanya, amin…

Pertemanan kami berlanjut, hanya lewat SMS, di sekolah kami tidak pernah bertegur sapa atau sekedar ngobrol layaknya teman. Tersenyum pun tidak, karena kami tidak berani melihat wajah masing-masing…,

Setiap SMS-an, topik kami rata-rata mengenai nilai-nilai ulangan,.. kebetulan waktu itu kami kelas 3 SMP dan lagi banyak-banyaknya ulangan dan ujian ….  Saya jadi terpacu untuk  mendapat nilai bagus. Saya merasa malu kalau ternyata nilai saya di bawah nilainya , (Astaghfirullah… padahal gak boleh ya mbak… Dasar aku!)

Sampai akhirnya, di bulan April, dia bilang “Would you be my girl?”… Duh, mbak rasanya… ngomong gak tuh gak bisa, Astaghfirullahaladzim…. Akhirnya, dengan pertimbangan mama juga, aku bilang iya … Mama cuman pesen ke aku , “Mama gak mau dosa ya nak….”

Fiuh,…. Gak ada yang tau! Karena memang kami tidak pernah menampakkannya di depan orang lain mbak, kami benar-benar menjaga… Kami berusaha semaksimal mungkin agar kami bisa lulus ujian dengan nilai yang baik dan masuk ke SMA negeri yang favorit di kota kami…

Sekali lagi Allah memberikan kenikmatan pada kami,… Sekolah kami dipisah! … Mulai ada yang tau tentang hubungan kami, itu pun dari mulut ke mulut, setelah ada temen ceweknya yang ngebuka2 inbox message di hp-nya dan ngeliat sms2 qta… Padahal mbak, hampir gak pernah ada kata sayang, cinta… dsb-dsb di sms qta, setelah kita berkomitmen klo hubungan kita beda dengan yang lain!

Saya mengikuti kajian yang diadakan oleh alumni di SMA saya, dia juga mengikuti kajian di sekolahnya…. Pengetahuan kami bertambah, dan semakin menguatkan kami bahwa kami harus tetap menjaga agar hubungan kami tidak ternodai dengan aktivitas2 yang dilarang agama…

Dia datang ke rumah saya setelah 7 bulan kami dekat,. Itu pun untuk mengantarkan kado saya ulang tahun…. Sampai sekarang hampir 1 tahun hubungan kita , dia hanya berkunjung ke rumah saya sekitar 5x… Dan itu hanya di teras rumah. yang kita obrolkan, seputar agama… kadang kami bertukar pikiran tentang materi kajian, atau berbagi pengalaman yang bisa diambil pelajarannya..  Pergi ber2, hanya mencari buku pelajaran ke tempat buku bekas, hanya itu saja…. Paling2, dia menjemput saya saat pulang sekolah,… dan gak setiap hari, itupun gak mampir-mapir, langsung pulang ke rumah…

Telpon pun jarang sekali,… Dia selalu mengingatkan saya untuk belajar…

Sebenarnya, meskipun masih lama sekali, tapi orientasi kami pada hubungan ini ialah untuk bisa melanjutkan ke jenjang pernikahan,… memang lucu agaknya mendengar anak kelas 1SMA udah ngomong ke nikah (masih jauuuuuuhhhhhh banget!) Tapi inilah kami, kami berusaha untuk itu… Dan kami terus saling pengertian, Alhamdulillah… belum ada pertengkaran hebat yang sampai mempengaruhi aktivitas belajar kami,…

Alhamdulillah,… saya masuk kelas unggulan di sekolah, sehingga saya insya Allah bisa menyelesaikan pendidikan SMA dalam waktu 2 tahun (do’ain ya mbak… bisa berhasil !)

Saya ingin  membuktikan pada semua orang,… bahwa pacaran gak selalu berakibat negative… masih ada sisi positifnya, dan tidak selalu pacaran diisi aktivitas negative,!

Bagaimana menurut mbak dengan pendapat saya?

Bagaimana seharusnya sikap yang saya ambil?

Apa hubungan kami ini benar?

Bagaimana seharusnya yang kami lakukan ?

Terima kasih sebelumnya mbak, saya berharap sekali mbak bias menjawab e-mail ini secepatnya.,,,,,

Afwan, kalau ada kata-kata saya yang kurang baik….

O,iya …. Saya suka sekali dengan nama anak mbak,,, sampai saya menghapalkannya… Eva Maria Putri Salsabila…

Terima kasih banyak mbak,… Wassalamuallaikum Wr. Wb…

Surat ini dan pengalaman di dalamnya, bisa jadi tidak hanya dialami oleh seorang Mawar, bisa jadi terdapat lebih banyak Mawar di luar sana yang merasakan hal yang sama. Apalagi di usia-usia seperti Mawar yang sedang mengalami masa puber..

Tapi percayalah.. bahwa itu hanya perasaan sesaat.. karena akan lebih banyak mudhorotnya, ketika melanggar apa yang telah Allah tetapkan aturannya kepada hambaNya.. Allah mengetahui sifat manusia yang sering salah dan lupa.. apalagi manusia dikaruniakan oleh Allah hawa nafsu yang dapat dipengaruhi oleh godaan syaithan yang mengarahkan nafsu tersebut pada apa-apa yang dilarang oleh Allah.. dan syaithan menggoda manusia di titik terlemahnya,, syaithan tau.. dan dapat masuk dengan cara-cara yang halus dan tidak disadari.. Oleh karena itu, manusia harus senantiasa berwaspada.. Jangan pernah mendekati apa-apa yang dilarang oleh Allah.. dan pacaran ini,,masya Allah.. betul-betul menjadi sarana untuk mendekati larangan Allah..yaitu Zina..(naudzubillahimindzalik..)

Inilah kalam Allah yang dapat kita jadikan rujukan.. bahwa Allah telah memerintahkan kita untuk menjaga kehormatan dan kesucian seorang wanita..

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS. An Nuur : 31)

dan perintah Allah telah jelas bagi muslim dan muslimah.. untuk tidak sekali-kali mendekati zina..

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (Al Isra : 32)

 

Inilah.. perlunya penjagaan dan pengawasan dari orang-orang terdekat kepada seluruh remaja dan pemuda di sekitar mereka.. Ibu yang memantau anaknya, kakak yang memantau adiknya, atau bisa juga melalui ajakan kepada adik-adik kita untuk ikut mentoring.. melalui mentoring tersebut, diharapkan seorang mentor dapat menyampaikan nilai-nilai Islam dan keindahannya kepada remaja dan pemuda..

Bagi remaja dan pemuda.. juga kita semua.. hendaklah kita tidak meragukan apa yang telah Allah janjikan dalam ayat cinta Nya.. :

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga).” (An Nuur : 26)

Maka.. tugas kita saat ini adalah bukan menyibukkan diri untuk membina hubungan dengan lawan jenis dalam bingkai yang semu..Islam telah menyediakan bingkai indah yang merangkum cinta suci antara seorang muslim dan muslimah, mukmin.. dan mukminah, insya Allah..

Dan Allah adalah satu-satunya ilah yang kita miliki.. Maka segala cinta, pengorbanan dan rasa harap hanya pantas tertuju kepadaNya.. :) mari kita berusaha untuk tetap dalam ketaatan kepadaNya.. karena telah Allah janjikan balasan terindah untuk taat kita kepadaNya..aamiin..

“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu’min , laki-laki dan perempuan yang tetap dalam keta’atannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al Ahzab : 35)

Semoga kita dapat senantiasa menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu.. karena itulah cerminan pribadi yang beruntung, aamiin.. :)

Wallahualam bisshowab..

http://tarbiyah-dzatiyah.blogspot.com/2010/07/ketika-akhawat-jatuh-cinta.html

http://ermaynee.wordpress.com/2010/07/page/2/

Assalamuallaikum Wr.Wb…
Mbak, perkenalkan, nama saya dena…
Sebenernya udah lama saya pingin ngirim e-mail ke mbak, cuman gak tau alamat e-mailnya ..
Setelah saya baca buku mbak yang judulnya “jatuh bangun cintaku” saya jadi keinget lagi untuk ngirim e-mail ini ke mbak…
Saya sebenernya ingin sedikit cerita ke mbak,.. dan ingin meminta pendapat dari mbak…
Saya …. Kurang setuju kalau “pacaran” menjadi anggapan yang negative, dalam artian… semua orang (muslim tentunya) menganggap bahwa pacaran itu selalu negative, apabila terdengar kata si anu pacaran sama si itu, selalu pikiran negative yang muncul . bukannya itu sama saja dengan su’udzon… memang benar, kebanyakkan anak muda sekarang kalau pacaran terlalu melebihi batas, tetapi mungkin masih ada segelintir pasangan yang tetap menjaga teguh aturan –aturan islam…..
Saya ber-argumen seperti itu, karena saya sendiri menjalankannya…
Awalnya, saya tidak pernah mengenal lelaki ini… Saya hanya tau dia ada di kelas sebelah karena ada temen saya yang naksir sama dia… Dan saya cuman sebatas tau namanya saja. Lalu, pada bulan desember 2004, dia mengatakan cinta pada sahabat dekat saya (yang notabene teman sd-nya).. tapi ternyata cintanya ditolak oleh sahabat saya..
Lalu, setelah itu tak ada kabar lagi yang terdengar dari dia. Tiba-tiba, pada bulan Februari 2005, dia mengajak saya kenalan… awalnya, saya tidak menganggap itu serius dan saya menganggap dia cuman bercanda dan ingin menambah kenalan… Pertama kali, saya mendapat sms dari dia hari jumat… Berbeda dengan cowok yang biasanya melancarkan PDKT (istilahnya pendekatan, ) SMS yang ke-2 kalinya baru saya dapatkan jumat depannya…
Saya beranikan diri bertanya padanya, kenapa dia selalu SMS di hari jumat… Jawabannya begini, “Karena hari pada hari sabtu, jadwal pelajaran saya hanya olah raga dan kamu hanya agama islam
Subhanallah… gak tau kenapa saya jadi simpati sama dia mbak… Dia bener-bener bisa ngeyakinin saya kalau dia  tidak akan membawa pengaruh jelek bagi saya, J
Bismillah…. Semoga itu semua benar adanya, amin… J
Pertemanan kami berlanjut, hanya lewat SMS, di sekolah kami tidak pernah bertegur sapa atau sekedar ngobrol layaknya teman. Tersenyum pun tidak, karena kami tidak berani melihat wajah masing-masing…,
Setiap SMS-an, topik kami rata-rata mengenai nilai-nilai ulangan,.. kebetulan waktu itu kami kelas 3 SMP dan lagi banyak-banyaknya ulangan dan ujian ….  Saya jadi terpacu untuk  mendapat nilai bagus. Saya merasa malu kalau ternyata nilai saya di bawah nilainya , (Astaghfirullah… padahal gak boleh ya mbak… Dasar aku!)
Sampai akhirnya, di bulan April, dia bilang “Would you be my girl?”… Duh, mbak rasanya… ngomong gak tuh gak bisa, Astaghfirullahaladzim…. Akhirnya, dengan pertimbangan mama juga, aku bilang iya … Mama cuman pesen ke aku , “Mama gak mau dosa ya na….”
Fiuh,…. Gak ada yang tau! Karena memang kami tidak pernah menampakkannya di depan orang lain mbak, kami benar-benar menjaga… Kami berusaha semaksimal mungkin agar kami bisa lulus ujian dengan nilai yang baik dan masuk ke SMA negeri yang favorit di kota kami…
Sekali lagi Allah memberikan kenikmatan pada kami,… Sekolah kami dipisah! … Mulai ada yang tau tentang hubungan kami, itu pun dari mulut ke mulut, setelah ada temen ceweknya yang ngebuka2 inbox message di hp-nya dan ngeliat sms2 qta… Padahal mbak, hampir gak pernah ada kata sayang, cinta… dsb-dsb di sms qta, setelah kita berkomitmen klo hubungan kita beda dengan yang lain!
Saya mengikuti kajian yang diadakan oleh alumni di SMA saya, dia juga mengikuti kajian di sekolahnya…. Pengetahuan kami bertambah, dan semakin menguatkan kami bahwa kami harus tetap menjaga agar hubungan kami tidak ternodai dengan aktivitas2 yang dilarang agama…
Dia datang ke rumah saya setelah 7 bulan kami dekat,. Itu pun untuk mengantarkan kado saya ulang tahun…. Sampai sekarang hampir 1 tahun hubungan kita , dia hanya berkunjung ke rumah saya sekitar 5x… Dan itu hanya di teras rumah. yang kita obrolkan, seputar agama… kadang kami bertukar pikiran tentang materi kajian, atau berbagi pengalaman yang bisa diambil pelajarannya..  Pergi ber2, hanya mencari buku pelajaran ke tempat buku bekas, hanya itu saja…. Paling2, dia menjemput saya saat pulang sekolah,… dan gak setiap hari, itupun gak mampir-mapir, langsung pulang ke rumah…
Telpon pun jarang sekali,… Dia selalu mengingatkan saya untuk belajar…
Sebenarnya, meskipun masih lama sekali, tapi orientasi kami pada hubungan ini ialah untuk bisa melanjutkan ke jenjang pernikahan,… memang lucu agaknya mendengar anak kelas 1SMA udah ngomong ke nikah (masih jauuuuuuhhhhhh banget!) Tapi inilah kami, kami berusaha untuk itu… Dan kami terus saling pengertian, Alhamdulillah… belum ada pertengkaran hebat yang sampai mempengaruhi aktivitas belajar kami,…
Alhamdulillah,… saya masuk kelas unggulan di sekolah, sehingga saya insya Allah bisa menyelesaikan pendidikan SMA dalam waktu 2 tahun (do’ain ya mbak… bisa berhasil !)
Saya ingin  membuktikan pada semua orang,… bahwa pacaran gak selalu berakibat negative… masih ada sisi positifnya, dan tidak selalu pacaran diisi aktivitas negative,!
Bagaimana menurut mbak dengan pendapat saya?
Bagaimana seharusnya sikap yang saya ambil?
Apa hubungan kami ini benar?
Bagaimana seharusnya yang kami lakukan ?
Terima kasih sebelumnya mbak, saya berharap sekali mbak bias menjawab e-mail ini secepatnya.,,,,,
Afwan, kalau ada kata-kata saya yang kurang baik….
O,iya …. Saya suka sekali dengan nama anak mbak,,, sampai saya menghapalkannya… Eva Maria Putri Salsabila… JJJJ
Terima kasih banyak mbak,… Wassalamuallaikum Wr. Wb…

Apa itu Cinta ?

26 Des

Dahulu, entah kapan.. ada seorang yg memintaku mendefinisikan cinta.. aku menjawab dengan sangat teoritis kala itu..

“Cinta itu adalah perasaan yang membuat kita rela berkorban melakukan apapun demi kebahagiaan orang yang kita cintai..”

Aku tak merasa ada masalah dengan definisi yang kuberikan kala itu, meski masih bau kencur ketika memberi jawab yang hinggap di fikiran, bahkan menyertakan emosi jiwa muda ketika menjawabnya..

Namun entah kenapa aku berandai.. bagaimana jika kelak mulut kecil itu bertanya polos..

“Bunda..apa itu Cinta?”

Bolehkah kemudian aku menjawabnya.. ?

“Anakku.. cinta adalah Allah, Rasulullah, Islam dan dakwah, Abi, Nenek, Aki, dan kamu sayang, buah hati bunda..”

Anak-anak… mendidik mereka adalah membangun dunia, .

http://www.iswandibanna.com/2010/11/gadis-cilik-berjilbab-memicu.html

http://www.iswandibanna.com/2010/11/gadis-cilik-berjilbab-memicu.html

Ceracau #1

26 Des

Aku suka berceracau.. tentang apapun.. hal yang tak penting sekalipun, aku suka berceracau, di dalam hati.. walau kadang tak kuat memendam dan akan aku tumpahkan.. tapi pleghmatis membuatku berceracau banyak di dalam hati. Hening. Walau ramai di sini, hati..

Ceracauku kali  ini tentang kerinduan akan keluarga nun jauh disana.. agak berlebihan sebenarnya menggunakan istilah “nun jauh di sana” biasanya istilah itu digunakan hanya jika perbedaan lokasi mencakup pulau atau negara.. atau bahkan dunia, tapi ketidakmudahan menjangkau tempat mereka, orang-orang yang aku sayangi, membuat kata-kata itu akhirnya appropiate menggambarkan kondisi yang ada.. Mereka, orang-orang yang aku sayangi, saat ini berada masih satu pulau denganku, pulau Jawa.. namun  di ujung-ujung.. aku di bagian barat, walau masuk ke propinsi DKI Jakarta dan mereka ada di timur Jawa, kota Sidoarjo namanya (lebih kurang 30 menit dari Surabaya). Surabaya bisa dicapai dengan jalan laut, darat, dan udara. Pilihan jalan darat, bisa dengan bus atau kereta. Namun aku lebih sering menaiki pesawat, sekitar 1 jam lebih perjalanan atau dengan kereta selama satu malam perjalanan. Sudah 3 tahun lebih aku terpisah jarak dengan mereka.. Mama yang selalu siap merengkuhku lembut dalam sedihku.. Papa yang tampak cuek namun sebenarnya perhatian, sangat.. juga adik2ku yang bandel dan menggemaskan.. Giri, Galih, dan Gilang.. dan baru2 saja, nenek bogor ku pun ikut tinggal bersama dengan keluargaku di Sidoarjo.

Pertemuan kami setiap tahunnya bisa dihitung dengan jari, hanya jika ada momen tertentu saja. Bersyukur, tahun 2010 kemarin banyak momen kami untuk bisa berkumpul.. waktu wajib ku untuk berkumpul dengan mereka adalah ketika liburan kuliah dan Idul Fitri.. kalau liburan, aku pasti menyempatkan pulang barang beberapa hari saja.. Idul Fitri kami, setiap tahun memang di sini, di Jakarta.. karena seluruh keluarga besar ada di sini.. namun, di tahun 2010 kemarin, ada dua momen yg menambah kesempatanku bercengkrama dengan mereka.. Ulang Tahun Emas Pernikahan Aki dan Nenek di bulan April.. juga Wisuda Teh Desa di bulan Juli (belum disinggung sebelumnya, Teh Desa ini.. tetehku yg sejak bulan agustus kemarin bekerja di Jakarta dan menemani kesepianku disini, hehe)..

Masuk pada bagian yg membuatku berceracau.. waktu wajibku untuk berkumpul dengan mereka akan berkurang, mengingat.. setelah usai ku meraih gelar Sarjana (Insya Allah bulan Februari ini wisuda.. Alhamdulillah).. maka aku akan memasuki dunia perkuliahan profesi..masa klinik, disebutnya.. setelah 3,5 tahun menjalani masa preklinik untuk meraih gelar sarjana..membekali diri dengan berbagai teori dan praktik. Masa klinik akan dihabiskan di klinik dan rumah sakit, pasien, diskusi, dkk.. benar2 dilatih untuk menjadi dokter gigi :D aku tertarik, meskipun sedikit takut.. tapi yg membuatku sedih, masa klinik inilah yg membuat waktu wajib ku berkumpul dengan keluarga akan berkurang.. bagaimana tidak? Waktu libur kuliah yg sebelumnya sangat panjang (minimal satu bulan) ketika masa preklinik akan dibayar telak dengan tidak adanya waktu libur di masa klinik ini.. (FYI : liburnya hanya ketika cuti bersama dan tanggal merah) orang kerjaan banget deh liburnya.. tapi setelah dipikir2 iya jugaa.. masa iya pasiennya ditinggal liburan.. betul2 melatih.. pengorbanan yang dituntut ketika sudah menjadi dokter gigi kelak, akan lebih dari inii.. >.<

Aku tak kuasa protes akan keadaan ini setelah argumen terakhir itu muncul,,

Namun aku ingin keluargaku bisa memahami itu.. dan yang terpenting,, hati kecil ini bisa ikhlas menerima kenyataan itu.  Sambil menunggu yudisium pada 7 januari nanti.. aku sebenarnya menyempatkan waktu untuk bisa pulang ke rumah.. karena Teh Desa pun sudah fix akan pulang.. tapi.. tapi..tapi.. sungguh banyak pertimbanganku untuk bisa pulang. Salah satu yg terbesar adalah beban biaya yg akan dikeluarkan .. mengingat ini waktu libur. Tiket susah dicari dan pasti akan mahal.. dan cost2 yg lainnya.. biaya wisuda, biaya masuk klinik, biaya cetak skripsi.. banyak.. rasanya mubadzir untuk pulang di saat2 seperti ini..plus insya Allah waktu wisuda nanti, keluargaku akan menghadiri wisudaku.. tapi ucapan teh desa kemarin kembali membuatku labil.. “harga yg ada tidak sebanding dengan kesempatan kita bisa berkumpul, naa..” tuh kan, labil lagi.. aku takut keluargaku berfikiran aku tak menganggap mereka penting, aku tak sebegitu inginnya bertemu dengan mereka, aku tak betul2 ingin pulang dan berkumpul.. padahal tidak. Bukan itu yg aku rasakan..

Bahwa yang aku inginkan jika diberi kesempatan ialah memeluk mama dengan erat..bersujud mengagungkan dia yang tak putus doa dan kasih sayangnya untukku..

Bahwa yang aku inginkan jika diberi kesempatan ialah bercerita apapun dengan adik-adikku yg lucu itu.. bermain bercanda.. menanyakan sampai mana hafalan surat mereka.. Menemani mereka belajar untuk menjalani ujian atau sekedar menyelesaikan pekerjaan rumah..

Bahwa yang aku inginkan jika diberi kesempatan ialah meringankan beban mama di rumah.. memeluk dan mencium nenenda yang aku sangat merindukannya..

Bahwa yang aku inginkan jika diberi kesempatan adalah bercerita akan cit bersama papa sampai pagi menyudahi..

 


Ramai ceracau di sini, di dalam hati akan inginku..

Allah.. Engkau Yang Maha Menggenggam Hati.. aku mohon bimbingan dariMu Yaa Allah.. karena tiada daya dan upaya melainkan Engkau Yang Berkehendak..niscaya apapun dapat terjadi, atas seizinMu..

Maka rintihku.. izinkan aku bertemu dengan mereka yang aku cintai Yaa Allah, bagaimanapun caranya.. :’(

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.