Surat ini dikirim oleh Mawar ke asmanadia@yahoogroups.com
Assalamuallaikum Wr.Wb…
Mbak, perkenalkan, nama saya mawar (bukan nama sebenarnya)…
Sebenernya udah lama saya pingin ngirim e-mail ke mbak, cuman gak tau alamat e-mailnya ..
Setelah saya baca buku mbak yang judulnya “jatuh bangun cintaku” saya jadi keinget lagi untuk ngirim e-mail ini ke mbak…
Saya sebenernya ingin sedikit cerita ke mbak,.. dan ingin meminta pendapat dari mbak…
Saya …. Kurang setuju kalau “pacaran” menjadi anggapan yang negative, dalam artian… semua orang (muslim tentunya) menganggap bahwa pacaran itu selalu negative, apabila terdengar kata si anu pacaran sama si itu, selalu pikiran negative yang muncul . bukannya itu sama saja dengan su’udzon… memang benar, kebanyakkan anak muda sekarang kalau pacaran terlalu melebihi batas, tetapi mungkin masih ada segelintir pasangan yang tetap menjaga teguh aturan –aturan islam…..
Saya ber-argumen seperti itu, karena saya sendiri menjalankannya…
Awalnya, saya tidak pernah mengenal lelaki ini… Saya hanya tau dia ada di kelas sebelah karena ada temen saya yang naksir sama dia… Dan saya cuman sebatas tau namanya saja. Lalu, pada bulan desember 2004, dia mengatakan cinta pada sahabat dekat saya (yang notabene teman sd-nya).. tapi ternyata cintanya ditolak oleh sahabat saya..
Lalu, setelah itu tak ada kabar lagi yang terdengar dari dia. Tiba-tiba, pada bulan Februari 2005, dia mengajak saya kenalan… awalnya, saya tidak menganggap itu serius dan saya menganggap dia cuman bercanda dan ingin menambah kenalan… Pertama kali, saya mendapat sms dari dia hari jumat… Berbeda dengan cowok yang biasanya melancarkan PDKT (istilahnya pendekatan, ) SMS yang ke-2 kalinya baru saya dapatkan jumat depannya…
Saya beranikan diri bertanya padanya, kenapa dia selalu SMS di hari jumat… Jawabannya begini, “Karena hari pada hari sabtu, jadwal pelajaran saya hanya olah raga dan kamu hanya agama islam”
Subhanallah… gak tau kenapa saya jadi simpati sama dia mbak… Dia bener-bener bisa ngeyakinin saya kalau dia tidak akan membawa pengaruh jelek bagi saya,
Bismillah…. Semoga itu semua benar adanya, amin…
Pertemanan kami berlanjut, hanya lewat SMS, di sekolah kami tidak pernah bertegur sapa atau sekedar ngobrol layaknya teman. Tersenyum pun tidak, karena kami tidak berani melihat wajah masing-masing…,
Setiap SMS-an, topik kami rata-rata mengenai nilai-nilai ulangan,.. kebetulan waktu itu kami kelas 3 SMP dan lagi banyak-banyaknya ulangan dan ujian …. Saya jadi terpacu untuk mendapat nilai bagus. Saya merasa malu kalau ternyata nilai saya di bawah nilainya , (Astaghfirullah… padahal gak boleh ya mbak… Dasar aku!)
Sampai akhirnya, di bulan April, dia bilang “Would you be my girl?”… Duh, mbak rasanya… ngomong gak tuh gak bisa, Astaghfirullahaladzim…. Akhirnya, dengan pertimbangan mama juga, aku bilang iya … Mama cuman pesen ke aku , “Mama gak mau dosa ya nak….”
Fiuh,…. Gak ada yang tau! Karena memang kami tidak pernah menampakkannya di depan orang lain mbak, kami benar-benar menjaga… Kami berusaha semaksimal mungkin agar kami bisa lulus ujian dengan nilai yang baik dan masuk ke SMA negeri yang favorit di kota kami…
Sekali lagi Allah memberikan kenikmatan pada kami,… Sekolah kami dipisah! … Mulai ada yang tau tentang hubungan kami, itu pun dari mulut ke mulut, setelah ada temen ceweknya yang ngebuka2 inbox message di hp-nya dan ngeliat sms2 qta… Padahal mbak, hampir gak pernah ada kata sayang, cinta… dsb-dsb di sms qta, setelah kita berkomitmen klo hubungan kita beda dengan yang lain!
Saya mengikuti kajian yang diadakan oleh alumni di SMA saya, dia juga mengikuti kajian di sekolahnya…. Pengetahuan kami bertambah, dan semakin menguatkan kami bahwa kami harus tetap menjaga agar hubungan kami tidak ternodai dengan aktivitas2 yang dilarang agama…
Dia datang ke rumah saya setelah 7 bulan kami dekat,. Itu pun untuk mengantarkan kado saya ulang tahun…. Sampai sekarang hampir 1 tahun hubungan kita , dia hanya berkunjung ke rumah saya sekitar 5x… Dan itu hanya di teras rumah. yang kita obrolkan, seputar agama… kadang kami bertukar pikiran tentang materi kajian, atau berbagi pengalaman yang bisa diambil pelajarannya.. Pergi ber2, hanya mencari buku pelajaran ke tempat buku bekas, hanya itu saja…. Paling2, dia menjemput saya saat pulang sekolah,… dan gak setiap hari, itupun gak mampir-mapir, langsung pulang ke rumah…
Telpon pun jarang sekali,… Dia selalu mengingatkan saya untuk belajar…
Sebenarnya, meskipun masih lama sekali, tapi orientasi kami pada hubungan ini ialah untuk bisa melanjutkan ke jenjang pernikahan,… memang lucu agaknya mendengar anak kelas 1SMA udah ngomong ke nikah (masih jauuuuuuhhhhhh banget!) Tapi inilah kami, kami berusaha untuk itu… Dan kami terus saling pengertian, Alhamdulillah… belum ada pertengkaran hebat yang sampai mempengaruhi aktivitas belajar kami,…
Alhamdulillah,… saya masuk kelas unggulan di sekolah, sehingga saya insya Allah bisa menyelesaikan pendidikan SMA dalam waktu 2 tahun (do’ain ya mbak… bisa berhasil !)
Saya ingin membuktikan pada semua orang,… bahwa pacaran gak selalu berakibat negative… masih ada sisi positifnya, dan tidak selalu pacaran diisi aktivitas negative,!
Bagaimana menurut mbak dengan pendapat saya?
Bagaimana seharusnya sikap yang saya ambil?
Apa hubungan kami ini benar?
Bagaimana seharusnya yang kami lakukan ?
Terima kasih sebelumnya mbak, saya berharap sekali mbak bias menjawab e-mail ini secepatnya.,,,,,
Afwan, kalau ada kata-kata saya yang kurang baik….
O,iya …. Saya suka sekali dengan nama anak mbak,,, sampai saya menghapalkannya… Eva Maria Putri Salsabila…
Terima kasih banyak mbak,… Wassalamuallaikum Wr. Wb…
Surat ini dan pengalaman di dalamnya, bisa jadi tidak hanya dialami oleh seorang Mawar, bisa jadi terdapat lebih banyak Mawar di luar sana yang merasakan hal yang sama. Apalagi di usia-usia seperti Mawar yang sedang mengalami masa puber..
Tapi percayalah.. bahwa itu hanya perasaan sesaat.. karena akan lebih banyak mudhorotnya, ketika melanggar apa yang telah Allah tetapkan aturannya kepada hambaNya.. Allah mengetahui sifat manusia yang sering salah dan lupa.. apalagi manusia dikaruniakan oleh Allah hawa nafsu yang dapat dipengaruhi oleh godaan syaithan yang mengarahkan nafsu tersebut pada apa-apa yang dilarang oleh Allah.. dan syaithan menggoda manusia di titik terlemahnya,, syaithan tau.. dan dapat masuk dengan cara-cara yang halus dan tidak disadari.. Oleh karena itu, manusia harus senantiasa berwaspada.. Jangan pernah mendekati apa-apa yang dilarang oleh Allah.. dan pacaran ini,,masya Allah.. betul-betul menjadi sarana untuk mendekati larangan Allah..yaitu Zina..(naudzubillahimindzalik..)
Inilah kalam Allah yang dapat kita jadikan rujukan.. bahwa Allah telah memerintahkan kita untuk menjaga kehormatan dan kesucian seorang wanita..
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS. An Nuur : 31)
dan perintah Allah telah jelas bagi muslim dan muslimah.. untuk tidak sekali-kali mendekati zina..
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (Al Isra : 32)
Inilah.. perlunya penjagaan dan pengawasan dari orang-orang terdekat kepada seluruh remaja dan pemuda di sekitar mereka.. Ibu yang memantau anaknya, kakak yang memantau adiknya, atau bisa juga melalui ajakan kepada adik-adik kita untuk ikut mentoring.. melalui mentoring tersebut, diharapkan seorang mentor dapat menyampaikan nilai-nilai Islam dan keindahannya kepada remaja dan pemuda..
Bagi remaja dan pemuda.. juga kita semua.. hendaklah kita tidak meragukan apa yang telah Allah janjikan dalam ayat cinta Nya.. :
“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga).” (An Nuur : 26)
Maka.. tugas kita saat ini adalah bukan menyibukkan diri untuk membina hubungan dengan lawan jenis dalam bingkai yang semu..Islam telah menyediakan bingkai indah yang merangkum cinta suci antara seorang muslim dan muslimah, mukmin.. dan mukminah, insya Allah..
Dan Allah adalah satu-satunya ilah yang kita miliki.. Maka segala cinta, pengorbanan dan rasa harap hanya pantas tertuju kepadaNya..
mari kita berusaha untuk tetap dalam ketaatan kepadaNya.. karena telah Allah janjikan balasan terindah untuk taat kita kepadaNya..aamiin..
“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu’min , laki-laki dan perempuan yang tetap dalam keta’atannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al Ahzab : 35)
Semoga kita dapat senantiasa menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu.. karena itulah cerminan pribadi yang beruntung, aamiin..
Wallahualam bisshowab..
http://tarbiyah-dzatiyah.blogspot.com/2010/07/ketika-akhawat-jatuh-cinta.html
http://ermaynee.wordpress.com/2010/07/page/2/
Assalamuallaikum Wr.Wb…
Mbak, perkenalkan, nama saya dena…
Sebenernya udah lama saya pingin ngirim e-mail ke mbak, cuman gak tau alamat e-mailnya ..
Setelah saya baca buku mbak yang judulnya “jatuh bangun cintaku” saya jadi keinget lagi untuk ngirim e-mail ini ke mbak…
Saya sebenernya ingin sedikit cerita ke mbak,.. dan ingin meminta pendapat dari mbak…
Saya …. Kurang setuju kalau “pacaran” menjadi anggapan yang negative, dalam artian… semua orang (muslim tentunya) menganggap bahwa pacaran itu selalu negative, apabila terdengar kata si anu pacaran sama si itu, selalu pikiran negative yang muncul . bukannya itu sama saja dengan su’udzon… memang benar, kebanyakkan anak muda sekarang kalau pacaran terlalu melebihi batas, tetapi mungkin masih ada segelintir pasangan yang tetap menjaga teguh aturan –aturan islam…..
Saya ber-argumen seperti itu, karena saya sendiri menjalankannya…
Awalnya, saya tidak pernah mengenal lelaki ini… Saya hanya tau dia ada di kelas sebelah karena ada temen saya yang naksir sama dia… Dan saya cuman sebatas tau namanya saja. Lalu, pada bulan desember 2004, dia mengatakan cinta pada sahabat dekat saya (yang notabene teman sd-nya).. tapi ternyata cintanya ditolak oleh sahabat saya..
Lalu, setelah itu tak ada kabar lagi yang terdengar dari dia. Tiba-tiba, pada bulan Februari 2005, dia mengajak saya kenalan… awalnya, saya tidak menganggap itu serius dan saya menganggap dia cuman bercanda dan ingin menambah kenalan… Pertama kali, saya mendapat sms dari dia hari jumat… Berbeda dengan cowok yang biasanya melancarkan PDKT (istilahnya pendekatan, ) SMS yang ke-2 kalinya baru saya dapatkan jumat depannya…
Saya beranikan diri bertanya padanya, kenapa dia selalu SMS di hari jumat… Jawabannya begini, “Karena hari pada hari sabtu, jadwal pelajaran saya hanya olah raga dan kamu hanya agama islam”
Subhanallah… gak tau kenapa saya jadi simpati sama dia mbak… Dia bener-bener bisa ngeyakinin saya kalau dia tidak akan membawa pengaruh jelek bagi saya, J
Bismillah…. Semoga itu semua benar adanya, amin… J
Pertemanan kami berlanjut, hanya lewat SMS, di sekolah kami tidak pernah bertegur sapa atau sekedar ngobrol layaknya teman. Tersenyum pun tidak, karena kami tidak berani melihat wajah masing-masing…,
Setiap SMS-an, topik kami rata-rata mengenai nilai-nilai ulangan,.. kebetulan waktu itu kami kelas 3 SMP dan lagi banyak-banyaknya ulangan dan ujian …. Saya jadi terpacu untuk mendapat nilai bagus. Saya merasa malu kalau ternyata nilai saya di bawah nilainya , (Astaghfirullah… padahal gak boleh ya mbak… Dasar aku!)
Sampai akhirnya, di bulan April, dia bilang “Would you be my girl?”… Duh, mbak rasanya… ngomong gak tuh gak bisa, Astaghfirullahaladzim…. Akhirnya, dengan pertimbangan mama juga, aku bilang iya … Mama cuman pesen ke aku , “Mama gak mau dosa ya na….”
Fiuh,…. Gak ada yang tau! Karena memang kami tidak pernah menampakkannya di depan orang lain mbak, kami benar-benar menjaga… Kami berusaha semaksimal mungkin agar kami bisa lulus ujian dengan nilai yang baik dan masuk ke SMA negeri yang favorit di kota kami…
Sekali lagi Allah memberikan kenikmatan pada kami,… Sekolah kami dipisah! … Mulai ada yang tau tentang hubungan kami, itu pun dari mulut ke mulut, setelah ada temen ceweknya yang ngebuka2 inbox message di hp-nya dan ngeliat sms2 qta… Padahal mbak, hampir gak pernah ada kata sayang, cinta… dsb-dsb di sms qta, setelah kita berkomitmen klo hubungan kita beda dengan yang lain!
Saya mengikuti kajian yang diadakan oleh alumni di SMA saya, dia juga mengikuti kajian di sekolahnya…. Pengetahuan kami bertambah, dan semakin menguatkan kami bahwa kami harus tetap menjaga agar hubungan kami tidak ternodai dengan aktivitas2 yang dilarang agama…
Dia datang ke rumah saya setelah 7 bulan kami dekat,. Itu pun untuk mengantarkan kado saya ulang tahun…. Sampai sekarang hampir 1 tahun hubungan kita , dia hanya berkunjung ke rumah saya sekitar 5x… Dan itu hanya di teras rumah. yang kita obrolkan, seputar agama… kadang kami bertukar pikiran tentang materi kajian, atau berbagi pengalaman yang bisa diambil pelajarannya.. Pergi ber2, hanya mencari buku pelajaran ke tempat buku bekas, hanya itu saja…. Paling2, dia menjemput saya saat pulang sekolah,… dan gak setiap hari, itupun gak mampir-mapir, langsung pulang ke rumah…
Telpon pun jarang sekali,… Dia selalu mengingatkan saya untuk belajar…
Sebenarnya, meskipun masih lama sekali, tapi orientasi kami pada hubungan ini ialah untuk bisa melanjutkan ke jenjang pernikahan,… memang lucu agaknya mendengar anak kelas 1SMA udah ngomong ke nikah (masih jauuuuuuhhhhhh banget!) Tapi inilah kami, kami berusaha untuk itu… Dan kami terus saling pengertian, Alhamdulillah… belum ada pertengkaran hebat yang sampai mempengaruhi aktivitas belajar kami,…
Alhamdulillah,… saya masuk kelas unggulan di sekolah, sehingga saya insya Allah bisa menyelesaikan pendidikan SMA dalam waktu 2 tahun (do’ain ya mbak… bisa berhasil !)
Saya ingin membuktikan pada semua orang,… bahwa pacaran gak selalu berakibat negative… masih ada sisi positifnya, dan tidak selalu pacaran diisi aktivitas negative,!
Bagaimana menurut mbak dengan pendapat saya?
Bagaimana seharusnya sikap yang saya ambil?
Apa hubungan kami ini benar?
Bagaimana seharusnya yang kami lakukan ?
Terima kasih sebelumnya mbak, saya berharap sekali mbak bias menjawab e-mail ini secepatnya.,,,,,
Afwan, kalau ada kata-kata saya yang kurang baik….
O,iya …. Saya suka sekali dengan nama anak mbak,,, sampai saya menghapalkannya… Eva Maria Putri Salsabila… JJJJ
Terima kasih banyak mbak,… Wassalamuallaikum Wr. Wb…
Komentar Terakhir