Arsip | Oktober, 2009

Muhammad Alghifari Aprian…

29 Okt

Tidak sadarkah kau.. makna dari namamu itu? Mungkin menurutmu itu simple, ada orang yang berkata.. Apalah arti sebuah nama,, tapi sadarkah kau.. bahwa hanya nama saja.. sudah berarti besar bagimu.. jika kau sadari.. Nama yan diberikan oleh Papa dan Mama.. ketika mereka berdua berbahagia,, atas kelahiran anak lelaki pertama dalam keluarga ini.. Harapan besar ada padamu.. Harapan papa,, mama,, dan orang-orang di sekelilingmu, Kedua kakakmu ini..

Biar kukutipkan cerita dibalik nama besar seorang Sahabat Rasulullah yang pemberani.. Abu Dzar Al Ghifari..

Abu Dzar Al-Ghifari – Sahabat dari Ghifar

Monday, 11 August 2008 09:12
Abu Dzar al-Ghifari merupakan seorang sahabat Nabi SAW yang terkenal dengan perbendaharaan ilmu pengetahuannya dan kesholehannya. Ali RA berkata mengenai Abu Dzar RA: “Abu Dzar ialah penyimpan jenis-jenis ilmu pengetahuan yang tidak dapat diperoleh dari orang lain.”
Ketika dia mulai mendengar khabar tentang kerasulan Nabi SAW, dia telah mengutus saudara lelakinya menyelidiki lebih lanjut mengenai orang yang mengaku menerima berita dari langit. Setelah puas menyelidiki, saudaranya pun melaporkan kepada Abu Dzar bahwa Nabi Muhammad SAW itu seorang yang sopan santun dan baik budi pekertinya. Ayat-ayat yang dibacakan kepada manusia bukannya puisi dan bukan pula kata-kata ahli syair.
Laporan yang disampaikan itu masih belum memuaskan hati Abu Dzar. Dia sendiri keluar untuk mencari kenyataan. Setibanya di Makkah, dia terus ke Baitul Haram. Pada waktu itu dia tidak kenal Nabi SAW, dan melihat keadaan pada waktu itu dia merasa takut hendak bertanya mengenai Nabi SAW. Ketika menjelang malam, dia dilihat oleh Ali RA. Oleh karena ia seorang musafir, Ali terpaksa membawa Abu Dzar ke rumahnya dan melayani Abu Dzar sebaik-baiknya sebagai tamu. Ali tidak bertanya apapun dan Abu Dzar tidak pula memberitahu Ali tentang maksud kedatangannya ke Makkah. Pada keesokkan harinya, Abu Dzar pergi sekali lagi ke Baitul Haram untuk mengetahui siapa dia Muhammad. Sekali lagi Abu Dzar gagal menemui Nabi karena pada waktu itu orang-orang Islam sedang diganggu hebat oleh orang-orang kafir musyrikin. Pada malam yang keduanya, Ali membawa Abu Dzar ke rumahnya.
Pada malam itu Ali bertanya: “Saudara, apakah sebabnya saudara datang ke kota ini?”
Sebelum menjawab Abu Dzar meminta Ali berjanji untuk berkata benar. Kemudian dia pun bertanya kepada Ali tentang Nabi SAW. Ali berkata: “Sesungguhnya dialah pesuruh Allah. Esok engkau ikut aku dan aku akan membawamu menemuinya. Tetapi awas, bencana yang buruk akan menimpa kamu kalau hubungan kita diketahui orang. Ketika berjalan esok, kalau aku dapati bahaya mengancam kita, aku akan berpisah agak jauh sedikit dari kamu dan berpura-pura membetulkan sepatuku. Tetapi engkau terus berjalan supaya orang tidak curiga hubungan kita.”
Pada keesokkan harinya, Ali pun membawa Abu Dzar bertemu dengan Nabi SAW. Tanpa banyak tanya jawab, dia telah memeluk agama Islam. Karena takut dia diapa-apakan oleh musuh, Nabi SAW menasehatkan supaya cepat-cepat balik dan jangan mengabarkan keislamannya di khalayak ramai. Tetapi Abu Dzar menjawab dengan berani: “Ya Rasullulah, aku bersumpah dengan nama Allah yang jiwaku di dalam tanganNya, bahwa aku akan mengucap dua kalimah syahadah di hadapan kafir-kafir musyrikin itu.”
Janjinya kepada Rasulullah SAW ditepatinya. Selepas ia meninggalkan baginda, dia mengarah langkah kakinya ke Baitul Haram di hadapan kaum musyrikin dan dengan suara lantang dia mengucapkan dua kalimah syahadah.
“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu pesuruh Allah.”
Tatkala mendengar ucapan Abu Dzar itu, orang-orang kafir pun menyerbunya lalu memukulnya. Kalau tidak karena Abbas, paman Nabi yang ketika itu belum Islam, tentulah Abu Dzar menemui ajalnya di situ.
Kata Abbas kepada orang-orang kafir musyrikin yang menyerang Abu Dzar: “Tahukah kamu siapa orang ini? Dia adalah turunan Al Ghifar. Khafilah-khafilah kita yang pulang pergi ke Syam terpaksa melalui perkampungan mereka. Kalaulah ia dibunuh, sudah tentu mereka menghalangi perniagaan kita dengan Syam.”
Pada hari berikutnya, Abu Dzar sekali lagi mengucapkan dua kalimah syahadah di hadapan orang-orang kafir Quraisy dan pada kali ini juga ia telah diselamatkan oleh Abbas.
Kegairahan Abu Dzar mengucapkan dua kalimah syahadah di hadapan kafir Quraisy sungguh-sungguh luar biasa jika dikaji dalam konteks larangan Nabi SAW kepadanya. Apakah dia bisa dituduh telah mengingkari perintah Nabi? Jawabannya tidak. Dia tahu bahwa Nabi SAW sedang mengalami penderitaan yang berbentuk gangguan dalam usahanya ke arah menyebarkan agama Islam. Dia hanya hendak menunjukkan Nabi SAW walaupun ia mengetahui, dengan berbuat demikian dia melibatkan dirinya dalam bahaya. Semangat keislamannya yang beginilah yang telah menjadikan para sahabat mencapai puncak keimanan dalam alam lahiriyah serta batiniyah.
Keberanian Abu Dzar ini selayaknya menjadi contoh kepada umat Islam dewasa ini dalam rangka usaha mereka menjalankan dakwah Islamiyah. Kekejaman, penganiyaan serta penindasan tidak semestinya bisa melemahkan semangat mereka yang telah mengucapkan dua kalimah syahadah. BawahUmum(‘Sahabat’, ‘Abu Dzar Al-Ghifari – Sahabat dari Ghifar’, ‘Miftachul Arifin – Milis Padhang Mbulan’)

http://sd.binamuda.net/index.php?option=com_content&view=article&id=31:sahabat&catid=39:sejarah&Itemid=69

Abuzar Al Ghifari, Sahabat dari Suku Ghifar
Sabtu, 10 Mei 2008 12:49:00 – oleh : admin
(whandi.net) Sosok sahabat yang satu ini sudah menjadi penentang pemujaan berhala sejak sebelum ia mengenal Islam. Meski besar di kelompok yang memuja berhala, namun Jundub bin Junadah, yang biasa dipanggil Abuzar, sejak kecil selalu menolak menyembahnya. Pemuda yang berasal dari suku Ghifar di bukit Waddan, dekat kota Mekkah ini, menganggap pemujaan berhala merupakan kepercayaan yang tidak masuk akal.

Abuzar pertama kali bersentuhan dengan Islam ketika ia mendengar kabar bahwa di Makkah ada seorang pria yang mengaku dirinya adalah nabi. Ia berharap pria ini memang seorang nabi dan kedatangannya bisa mengubah hati, pikiran, dan kepercayaan sukunya dari kegelapan.

Ia kemudian meminta adiknya yang bernama Anis untuk segera pergi ke Makkah untuk mencari kebenaran berita itu. Sesuai permintaan Abuzar, Anis pergi ke Mekkah dan bertemu Rasulullah.

Setelah itu, ia pulang dan menyampaikan apa yang ia lihat dan dengar di Makkah. Ia menyebut kalau sosok yang ia temui adalah sosok yang rendah hati, bersahaja, dan kalimat yang meluncur dari mulutnya bukanlah puisi atau syair yang dibuat manusia.

Mendengar hal tersebut, Abuzar sangat tertarik dan memutuskan untuk melihat sendiri ke Makkah. Namun Anis memperingatkannya untuk berhati-hati terhadap orang Mekkah yang membenci pria bernama Muhammad itu.

Di Makkah, karena tak memiliki tempat tinggal, ia tidur di dekat Kabah. Suatu malam, ketika tengah tertidur, Ali ibn abi Talib berjalan melewatinya. Menyadari orang yang dilewatinya adalah orang asing, Ali lalu membangunkan dan mengajak Abuzar menginap di rumahnya.

Paginya ia bangun, lalu kembali ke dekat Kabah untuk mencari sosok sang nabi. Namun ia tidak berkata dan bertanya apapun kepada siapapun sehingga ia tidak bertemu Nabi Muhammad SAW.

Malamnya, Abuzar kembali tidur di dekat Kabah. Ali yang melihatnya kembali mengajaknya menginap di rumahnya. Meski demikian, keduanya tidak bercakap-cakap sedikitpun.

Baru pada malam ketiga, Ali bertanya kepada Abuzar soal alasannya datang ke Makkah. Abuzar berkata ia bersedia mengungkapkan alasannya asal Ali mmembawanya kepada orang yang ingin ia temui. Setelah Ali setuju, Abuzar berkata bahwa ia datang dari jauh dan ingin menemui sosok nabi yang dikabarkan ada di Makkah. Ia menyebut ingin bertemu dan mendengarkan apa yang disampaikan oleh nabi tersebut.

Mendengar hal tersebut, seketika wajah Ali berubah menjadi cerah dan dipenuhi kegembiraan. Malam itu, Abuzar tidak bisa tidur karena kegembiraan dan rasa penasarannya yang luar biasa.

Pertemuan pertama itu terjadi di Makkah. Mendengar kisah Abuzar, Rasulullah kemudian membacakan beberapa ayat Alquran. Tidak butuh waktu lama untuk membuat Abuzar Al Ghifari membaca syahadat dan menjadi seorang Muslim.

Ia adalah salah satu sahabat yang pertama kali masuk Islam. Setelah itu, Abuzar menetap bersama Rasul di Mekkah. Ia belajar Islam dan Alquran dengan giat.

Khawatir dengan perlakuan orang Quraisy, Rasulullah meminta Abuzar untuk tidak mengumukan dirinya sudah menjadi seorang Muslim kepada orang Quraisy. Rasulullah khawatir Abuzar akan disiksa.

Namun dengan berani, Abuzar berkata, “Demi Allah yang ditangan-Nya nyawaku berada, aku tidak akan meninggalkan Makkah sampai aku pergi menuju Kabah dan menyatakan kebenaran kepada bangsa Quraisy.”

Di tengah kerumunan warga Quraisy di dekat Kabah, Abuzah berkata dirinya telah bersyahadat. Mendengar hal itu, orang Quraisy menjadi sangat marah. Mereka mulai memukuli Abuzar dan bermaksud membunuhnya.

Namun untunglah ada Abbas bin Abdul Muttalib. Abuzar pun segera dilindungi dan diselamatkan oleh paman Rasulullah itu.

Kepada orang Quraisy, Abbas mengatakan bahwa Abuzar berasal dari suku Ghifar yang daerahnya dilintasi kafilah dagang Quraisy. Karena takut dibalas, akhirnya orang Quraisy membebaskannya. Rasul kemudian meminta Abuzar kembali dan menyampaikan apa yang telah ia pelajari kepada sukunya. Abuzar kemudian kembali ke sukunya dan menemukan adiknya telah menjadi seorang Muslim juga.

Keduanya kemudian mengajak ibunya yang segera bersyahadat. Mereka tidak pernah berhenti menyebarkan Islam sehingga pada akhirnya, komunitas ini menjadi salah satu komunitas Muslim terbesar. Setelah Nabi SAW hijrah ke Madinah, ia menyusul ke sana. Abuzar kemudian memperkuat pasukan Muslim dalam perang Badar, Uhud, dan Khandaq. Di Madinah, Abuzar meminta izin agar ia diperbolehkan melayani dan selalu menemani Rasulullah.

Setelah Rasulullah meninggal, Abuzar memutuskan untuk pergi dari Madinah. Ia merasa tidak ada lagi yang bisa ia lakukan di kota ini. Abuzar memutuskan pindah ke sebuah daerah di gurun kawasan Suriah. Ia tinggal disana selama masa pemerintahan Abu Bakar dan Umar bin Khattab.

Selama masa kekhalifahan Ustman bin Affan, Abuzar tinggal di Damaskus. Ia sangat perihatin melihat orang Islam yang senang dengan kehidupan duniawi dan senang hidup bermewah-mewahan. Sehingga kemudian ia dipanggil pulang ke Madinah oleh Usman.

Di Madinah, kritikannya tidak berhenti. Ia mengecam orang-orang yang menikmati kehidupan duniawi sehingga oleh Usman akhirnya ia diminta pindah ke Rubdhah, sebuah desa kecil di dekat Madinah. Ia hidup dalam kesederhanaan. Seorang pria pernah datang ke rumahnya dan bertanya kepada Abuzar tentang barang apa yang ia miliki. ”Aku memiliki rumah di akhirat, dan itu merupakan milikku yang paling berharga,” ujarnya. Abuzar bersikukuh hidup dalam kesederhanaan dan senantiasa berhemat atas apa yang ia miliki.

Suatu ketika, amir dari Suriah mengirimnya uang sebanyak 300 dinar untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Abuzar kemudian mengembalikan uang tersebut dan menyatakan agar sang amir memberikannya kepada mereka yang lebih membutuhkannya daripada dirinya. Abuzar meninggal dunia pada tahun 32 Hijriah. Terhadap sosoknya yang luar biasa, Rasulullah pernah berkata seluruh bumi dan langit belum pernah ada orang yang begitu tulus dan setia daripada Abuzar Al Ghifari. (Republika/kebunhikmah)

http://whandi.net/index.php?pilih=news&mod=yes&aksi=lihat&id=2606

Abu Dzar Al Ghifari.. yaaa, sosok pemberani itulah yang menjadi inspirasi Papa dan Mama saat memikirkan baik-baik apa nama yang baik, doa yang baik, untuk seorang lelaki baru dalam keluarga ini..
Sosok pemberani dan tak gentar menegakkan kebenaran.. seperti itu pulalah harapan Papa dan Mama,, akan sikap, sifat, dan laku mu adikku…

Tidakkah kau sadar.. Kita mengemban nama dua orang yang Hebat, yang kasih sayangnya sungguh tak terhingga kepada kita semua,, permata hati mereka.. kemanapun kita melangkah..

Aprian.. Akhmad Supriadi – Dian.. Subhanallah,,, begitu mereka rela menyematkan nama mereka yang indah itu di belakang nama-nama kita,, tanpa mereka takut.. apakah nantinya kita akan menyalahgunakan kepercayaan mereka.. dan malah membuat nama-nama mereka tercoreng karena perbuatan seseorang yang namanya telah mereka lengkapi dengan nama mereka..

Giri.. yaa panggilan itu yang kemudian dipilihkan oleh Papa dan Mama.. Harapan akan sosok yang Kuat dan tak mudah tergentarkan.. kokoh pendirian,, meskipun banyak godaan dan cobaan melanda.. itu yang pasti mereka harapkan dari sesosok lelaki keluarga yang kemudian diharapkan dapat menjadi imam dalam keluarga..

Apakah telah kau lupakan mimpi – mimpi mereka???
Maafkan kakakmu ini,, yang mungkin tidak bisa secair Teh Desa, yang kaku.. cerewet.. tapi ketahuilah ini bentuk sayangku padamu..

Tidakkah kau menghadirkan Papa dan Mama di setiap langkah kakimu Gie?
Tidakkah kau memikirkan perasaan Papa dan Mama atas apa yang kau perbuat?
Yakinkah kau.. bahwa langkah dan usahamu saat ini telah cukup untuk membuat mereka bahagia??
Apakah kau merasa semua yang kau lakukan adalah benar?
Jika kau tidak lagi menghiraukan mereka berdua,, lantas apakah kau tetap menyadari bahwa ada Allah Yang Maha Tahu?? Dimanapun kau berada, selihai apapun kau bersembunyi.. sungguh Allah Maha Tahu?? Yang kecil berada dalam hati sekalipun?
Tidakkah kau tau, bahwa ridho Allah itu tergantung kepada ridho orang tua?
Lantas.. apakah selama ini kau merasa,, segala yang engkau perbuat telah ada ridhonya dari papa dan mama? Jika tidak ada ridho dari mereka,, lantas apakah bisa ridho Allah diraih??

Sampai kapan menunggu waktu untuk berubah? Sebegitu yakinkah kita.. Allah akan terus memberikan nikmat helaan nafas ini kepada kita.. Lantas bagaimana jika nikmat itu diambil? Apa yang bisa kita lakukan? Apa? Selain meratap menyesali apa yang telah kita perbuat saat kesempatan itu masih Allah berikan kepada kita…

Sahabat sejati dalam kubur adalah Amal, tak ada lagi.. yang menjadi bekal kita adalah amal.. tak ada lagi yang lain..

”Jangan (berbuat demikian). Apabila bumi digoncangkan berturut-turut, dan datanglah Tuhanmu; sedang malaikat berbaris-baris. Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam; dan pada hari itu ingatlah manusia, akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya. Dia mengatakan: “Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini.” Maka pada hari itu tiada seorangpun yang menyiksa seperti siksa-Nya. dan tiada seorangpun yang mengikat seperti ikatan-Nya.” (QS. Al Fajr : 21-26)

Apakah kalam Allah tidak cukup membuat kita bergidik.. apakah kita telah siap menghadapNya.. apa yang telah kita miliki,, apa yang kita siapkan selama hidup di dunia yang fana ini? Apakah kita telah menyalahgunakan amanahNya kepada kita saat Allah memutuskan menjadikan manusia hidup di bumi ini..

Jangan melawan kata hati,, karena kata hati lah yang akan menuntun kita ke jalan kebenaran.. Tapi hati kita pun harus bersih,, agar jalan yang lurus lah yang akhirnya memberikan cahaya terang bagi kita untuk kemudian kita susuri…

”Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (QS. Asy Syams : 8-9)

Sabda Rasulullah saw :

“Ketahuilah, sungguh pada tubuh itu terdapat segumpal daging, jika ia baik maka baiklah seluruh tubuhnya, jika ia buruk maka buruklah seluruh tubuhnya, ketahuilah bahwa ia adalah hati” (Shahih Bukhari)

Dosa yang dilakukan oleh manusia membuat hatinya semakin kotor tertutup noda. Semakin banyak noda-noda dosa itu menempel di hati, semakin gelaplah dan semakin keraslah hatinya, bahkan kekerasannya lebih keras daripada batu.

Manakala seorang hamba melakukan dosa, maka menempelah pada hatinya setitik noda, dan manakala ia melakukan taubat maka lepaslah noda tersebut (Hadits)

Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. (QS. Al Baqarah :74)

Semakin banyak noda yang menutupi hati, maka semakin sulitlah ia menerima petunjuk Allah. Dan kehidupan tanpa petunjuk Allah hanyalah kesesatan.

Aku berbicara bukan sebagai sosok yang sempurna.. aku berbicara seperti ini juga sekalian memberi peringatan pada diriku sendiri,, akan apa-apa yang telah aku perbuat selama ini.. Mari kita membuka pintu-pintu hati kita.. membersihkannya.. membuang segala kotoran dan noda dalam hati ini dengan istighfar.. Memohon ampunan kepada Allah.. untuk kemudian berazzam untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi…amin..

Harapan Papa, Mama besar sekali untuk mu, wahai Muhammad Al Ghifari Aprian.. apakah hanya tangis dan kekecewaan yang akan kau hadirkan untuk mereka..

Kau bisa berbuat lebih dari itu! Kita bisa berbuat lebih dari itu! Buktikan itu! Tidak hanya mimpi dan tekad sesaat… tapi selamanya! Jangan biarkan mereka menyesal atas setiap peluh yang menetes untuk memperjuangkan kehidupan terbaik untuk kita,, anak-anaknya..

Hadirkan mereka selalu dalam langkah, doa, dan pengharapan kita..

Semoga Allah kembali mempertemukan kita semua di Jannah Nya yang kekal, amin…

ANALISA CURHAT -CatatandanPikiranHati-

29 Okt

Bismillah..

Hmm.. pikiran ini tiba-tiba aja terbersit waktu lagi jalan mo cari angkot di bogor. Dan ini memang buah pikiran seorang muslimah yang masih harus banyak lagi mencari ilmu.. (fastaqim!!) Jadi seandainya ada yang kurang berkenan.. itu semata-mata karena kekhilafan pribadi.. mohon dimaafkan dan dikoreksi..

Jadi.. topik dialog hati sepanjang jalan itu ialah tentang CURHAT.. hm. Dari jaman SD, masalah curhat ini kayaknya emang udah familiar deh.. (Iya ngga? Hehe. Apa saya aja yang gitu?) Kayaknya kalo udah ada kata-kata CURHAT pasti bawaannya semangat pengen ceritaaa.. teruss.apapun.. Dan katanya.. CURHAT itu melegakan.. hm. Iya juga sih.. kan manusia memang membutuhkan orang lain di dunia ini, ga bisa sendiri.. mungkin ini juga digeneralisasikan pada poin permasalah pribadi yang sedang diemban.. Tapi, sebenernya orientasi curhat itu macem-macem juga. Ada yang Cuma pengen cerita.. Cuma pengen didenger,, abis itu lega.. Ada lagi yang minta pencerahan.. motivasi .. semangat untuk menghadapi masalah. Tapi ada juga yang mencari solusi dan pendapat. Hmm.. diliat dari orientasinyaa.. tampaknya Urgensi CUHAT cukup tinggi juga nii.. karena permasalahan akan selalu ada.

Nah.. dialog hati ini.. mencoba memaparkan masalah CURHAT dari paradigma berpikir pribadi.. jadi tidak ada yang mengintervensi selain apa-apa yang telah menjadi input dan pengalaman pribadi jugaa.. Tentang CURHAT kepada manusiaa.. bisa jadi ibu, ayah, kakak, adik, sahabat, dan lain lain.. juga “CURHAT” kepada Allah.. agar lebih sistematis (yang tadinya aga ruwet).. saya coba bagi ke beberapa aspek.. dimulai yaa.. bismillah..

    Aspek Kepada Siapa Kita Curhat..

CURHAT berarti mencurahkan isi hati.. keluh kesah, sedih maupun senang semua bisa jadi topik CURHAT.. yang terpikir saat mendapatkan masalah.. pasti “duh..pengen curhat nih!” hehe. Dan jadilah kita berusaha menghubungi mereka yang biasanya kita CURHATin.. Sahabat? Ibu??.. semuanya bisaa.. tapi kita semua manusia, kita semua makhluk,, yang pasti ada aja fokus dan pemikirannya.. Pernah ga ngalamin.. waktu pengen curhat ke siapaa gitu.. ga jadi. Karena kita melihat orang yang mau kita curhatin itu sepertinya sedang bermasalah juga.. jadilah kita memutuskan untuk menyimpannya sendiri..

Eitss.. yakin bisa nyimpen sendiri??? Hm.. agak ga yakin juga sih. Abis masalahnya berat banget.. Waduhh.. jangan lupa jangan lupa.. Masih ada Allah Yang Maha Mengetahui keadaan kita,, dan Allah Yang Maha Mendengar.. Subhanallah.. Allah yang menciptakan kita… Dia lah Sang Khalik.. Ibaratnya nih, ada orang yang bikin robot,, nah pasti orang itu yang paling tahu seluk beluk robot itu, mulai dari sifat si robot, dia bisa ngapain aja, keterbatasannya apa, sampe yang terkecil deh.. si pembuat robot itu pasti tahu.. Begitu juga dengan Allah Yang Maha Pencipta (tapi penciptaan Allah adalah penciptaan yang paling sempurna dan tidak dapat dibandingkan dengan apapun juga).. Jadi, bisa ditarik kesimpulan.. kita tidak perlu menarik keinginan kita untuk CURHAT sama Allah.. Allah pasti mau mendengarkan cerita kita..

    Aspek Waktu Curhat

Hm.. kadang CURHAT itu butuh waktu tertentu kan?? Iya ngga.. hehe. Kadang malah perlu bikin janjian dulu.. kapan nih waktu yang pas.. yang mau curhat bisa.. yang mau dicurhatin juga bisaa.. kadang .. yang pengennya cerita.. gara-gara mungkin ga ketemu-ketemu waktunya. Malah jadi ga cerita.. Gara-gara waktunya ga ketemu,, alhasil.. masalah yang pengen diceritakan juga hilang terhembus waktu.. (Pernah mengalami itu?? Saya pernah. Hehe).. Lagi-lagi ini mungkin yang biasanya kita alami pas pengen curhat ke sahabat..kakak.. atau yang lain..

Kalau Curhat sama Allah.. Subhanallah.. ga ada putus-putusnya seharian.. selalu ada waktu untuk berkomunikasi dengan Allah Subhanahu wa ta’ala.. 24 hours A day! Non stop… yupp.. Via Shalat!! Coba nihh.. mulai jam 12 malam.. sampai menjelang subuh.. ada waktu Shalat Tahajud dan Witir.. Subhanallah.. di pagi-pagi buta gitu istilahnya.. Allah bisa mendengarkan apapun yang kita ingin sampaikan,pengharapan kita.. kepada Nya. Semuanyaa.. coba kalo pagi2 buta telfon orang lain buat curhat.. takut ganggu kan.. hehe.. Terus tidak lama kemudian.. datanglah waktu Subuh.. kalau curhat pas waktu-waktu ini insya Allah jadi fresh. Menjalani aktivitas di pagi hari.. ternyata ada hambatan, atau keluh kesah sebelum ujian.. ada Shalat Dhuha.. kalo ada permasalahan menjelang siang hari.. ada Shalat Dzuhur.. Shalat Ashar.. sampai petang pun.. ada Shalat Maghrib.. dan dilanjutkan Shalat Isya.. Subhanallah.. Curhat sama Allah tidak akan mengenal waktu.. Allah Yang Maha Mendengar..

    Aspek Kerahasiaan..

Pernah gaa.. CURHAT nih ke temen. Terus kita udah wanti-wanti ke temen kita itu.. Beneran ya! Pokoknya ga boleh cerita ke siapa2! Ini privasiku.. jadi please banget jangan dibocorin.. Hm.. sepercaya apapun kita.. itu bukan jaminan 100% curhatan kita terjaga rahasianya.. yang perlu kita sadari adalah.. kita dan mereka yang kita curhati.. sama sama manusia.. dan manusia tempatnya khilaf toh.. jadilah.. bisa aja masalah kita itu tersebar ke yang lain.. meskipun temen kita itu juga nyampein ke orang ketiga tsb. Jangan ceritain ke syapa2 yaa.. ini masalah dia. Aku ga enak sebenernya cerita ke kamu.. (Pernah ngalamin??? Lagi2 saya pernah. Atau pernah jadi yang ngebocorin curhatan? Ayo kita istighfar bersama.. Astaghfirullah.. )

Nah.. kalau kita CURHAT nya ke Allah.. 100% yakin.. masalah kita yang tau Cuma kita dan Allah sajaa.. meskipun tanpa kita ceritapun Allah pasti mengetahui masalah itu.. tapi jadinya masalah yang memang benar2 privasi dan kita tidak ingin orang lain mengetahui akan tersimpan dengan rapih. Subhanallah..

    Aspek Gengsi

Pernah ga.. merasa bahwa masalah kita ini terlalu memalukan untuk diceritakan.. Atau mungkin.. buat ikhwan-ikhwan yang kayanya ko cengeng banget ya pake curhat segala.. (hoho. Tidak bermaksud menyinggung… hanya melihat ‘biasanya gimana’)..
Pernah ga ngerasain gengsi yang sama?? Takut malu.. jadi mo curhat aja mikir dua kali.. hihi. (Lagi-lagi saya pernah..)

Nah.. kalo CURHAT nya ke Allah.. kita mo cerita apapun.. nangis bombay.. dengan bumbu sesenggukan pun kita gak perlu maluu.. sekali lagi.. yang CURHAT nya Cuma antara kita dan Allah sajaa.. jadi mo apapun cerita itu, bagaimanapun kita mengekspresikan cerita kita.. tidak akan ada kekhawatiran untuk malu atau gengsi… Manusia itu makhluk yang lemah kann.. hehe. Jadii yaaa.. saat masalah itu tidak bisa dipikul sendiri.. ingatlah.. Allah akan selalu menerima kita .. amin..

Fuh.fuh. panjang juga notesnya..

Hm.. kesimpulan dan saran : (kaya bikin karya tulis)..

Hm. Kita, manusia,, memang lemah.. dan dalam kehidupan.. kita memang akan selalu menghadapi cobaan dan ujian, disadari ataupun tidak.. Kadang kita merasa cobaan itu sudah overload.. melebihi batas kemampuan kita.. apalagi akhwat.. yang diciptakan dengan perasaan yang sangat halus.. jadi kalo ada masalah.. langsung perasaan yang bermain.. tapi permasalahan itu.. hendaknya sama-sama kita berusaha untuk menjadikannya inisiator terbentuknya pribadi kita yang kuat.. bukan malah menjatuhkan kita.. (Amin..)

Nah.. masalah curhat sendiri.. sebenernyaa bukan bermaksud untuk menjelekkan kalo curhat sama temen,kakak,adek,danlainlain.. Saya juga suka ko curhat sama sahabat sahabat, sama mama, sama kakak, sama tante.. tapi sekaligus pengingat untuk sendiri dan kita semua.. mengutip kajian fatimah di fkg.. ternyata curhat juga ada batasannya loh..kalo ke sesama manusia.. akan ada poin-poin yang harus dijaga untuk tidak diumbar semuanyaa..Tapiiiiii… Ingat.. Allah akan selalu menerima kita.. dalam keadaan apapun kitaa..

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (Al Baqarah : 214)

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Al Baqarah : 186)

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al Baqarah : 153)

“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’” (Al Baqarah : 45)

“Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik),” (Ar Ra’d :22)

Subhanallah…
Begitu Maha Pengasih dan Maha Penyayangnya Allah…
Allah Ya Rabb.. Luruskan jalanku menuju ridhaMu Yaa Allah.. ampuni hambamu yang sering lalai ini.. aminn..

Ukhti.. Jazakillah untuk waktunya mendengar curahan hati selama ini.. semoga kita bisa terus saling mengingatkan dan menguatkan.. Fastaqim!!! Ana Uhibbuki Fillah..

PENCARIAN CINTA SEJATI..

29 Okt

Di saat kecilku.. yang aku tau.. ibuku sangat mencintaiku,, bahkan aku telah merasakannya sejak beliau dengan penuh kasih sayang memberi perhatian kepada aku.. yang bahkan belum mengetahui seperti apa bentuk dan rupaku.
Oh.. Apakah ini Cinta Sejati??

Saat aku pertama kali melihat dunia ini.. dapat kurasakan dengan hati ini dekapan kedua tangan kokoh.. yang seakan tidak ingin melepasku.. ahh meskipun aku belum bisa melihat dengan jelas.. pastilah sosok yang mendekapku ini,,dengan suara yang merdu tanpa henti bertasbih kepada Allah,, sangat mencintaiku dan mensyukuri kehadiranku..
Oh.. Apakah ini Cinta Sejati??

Tanya tetap menggaung di sanubari.. akan makna cinta sejati..

Kehidupan pun berlanjut.. Saat dilanda kesusahan dan keterpurukan.. Kurasakan cinta di saat yang lain benci.. Kurasakan semangat di saat yang lain mencibir.. Kurasakan pancaran harapan di saat yang lain menampakan keraguan.. dan Kurasakan indahnya berbagi di saat yang lain tertutup. Alhamdulillah Ya Allah.. Engkau berikanku keluarga yang sangat mencintaiku..Namun..
Oh.. Apakah ini Cinta Sejati??

Interaksiku semakin meluas.. membawaku mengenal teman.. yang saling memberi di hari bahagia.. teman sepermainan. Oh, indahnya masa kecil itu.. Kita bersama, bermain, lepas, bebas, tanpa beban berat membebani.. rindukah kau sahabat ? pada masa-masa dimana kita saling menyayangi satu sama lain..
Oh.. Apakah ini Cinta Sejati??

Waww.. ada apa ini? Kenapa tiba-tiba dia mendekatiku.. bahkan aku belum pernah mengenalnya.. caranya indah.. indah sekali kala itu.. memuji, membuat tinggi, menyenangkan, merusak ketenangan hati, dan membuat dinanti.. apa ini? Siapa dia dan apa yang terjadi..
Oh.. Apakah ini Cinta Sejati??

Aku harapkan ada jawaban atas pertanyaan yang telah lama menggaung di hati itu.. agar hatiku tercerahkan.. agar hatiku tidak kebingungan.. Lamaa.. lamaa.. aku menanti jawaban itu.. bertahun…

Percayakah kau kawan.. akhirnya terjawablah pertanyaan yang telah lama terbendung itu.. Insya Allah.. namun tidak gampang memutuskan jawaban,,,jawaban tersebut ibaratnya kemenangan yang harus didahului peperangan sengit..dan jawaban itu didahului perang hati..

Banyak yang mengingatkan.. banyak yang semakin membuat hati ini akhirnya menolak dia yang aku menganggapnya cinta sejati..

“(Dia-lah) Tuhan masyrik dan maghrib, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai pelindung.” (Al Muzammil : 9)

“(Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.” (Ali Imran : 173)

“Dan Allah lebih mengetahui (dari pada kamu) tentang musuh-musuhmu. Dan cukuplah Allah menjadi Pelindung (bagimu). Dan cukuplah Allah menjadi Penolong (bagimu).” (An Nisaa : 45)

“Hai Nabi, cukuplah Allah (menjadi Pelindung) bagimu dan bagi orang-orang mukmin yang mengikutimu” (Al Anfaal : 64)

“Sesungguhnya kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi. Dia menghidupkan dan mematikan. Dan sekali-kali tidak ada pelindung dan penolong bagimu selain Allah.” (At Taubah : 116)

” Dan jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwasanya Allah Pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.” (Al Anfaal : 40)

Subhanallah .. Ayat-ayat suci Al Qur’an lah yang mengurainyaa.. mengurai benang kusut kegalauan hati ini,, bahwa Allah lah satu-satu nya tempat kita berlindung dari segala godaan,ketakutan,apapun yang kita rasakan.. Allah Maha Tahu.. Allah Maha Mendengar.. Dan kutemukan jawaban itu.. Allah lah Cinta Sejati dan Cinta karena Allah lah Cinta Sejati itu..

.. Lalu siapakah aku, apalah aku,, yang selama ini lalai.. dan menutup hati dari petunjuk-petunjuk yang bahkan telah ada sebelum aku dilahirkan ke dunia ini..

” Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al Quran itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab. Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah.”
(Ar Ra’d : 37)

Setelah terus melihat.. terus mendengar.. dan meresapi.. Subhanallah.. begitu indahnya Allah mengatur kehidupan kita.. Dia Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.. Lalu pantaskah aku mengingkari apa yang telah digariskanNya ?? Sedang Allah lah yang Mengetahui Apa Yang Terbaik untuk ku?? Sungguh .. aku tidak mengetahui apa yang terbaik untuk ku.. karena aku manusia,,dengan hawa nafsu yang ada.. lalu benarkah jika aku mengatakan apa yang aku inginkan adalah yang terbaik untuk ku??
Allah.. Ampuni hambamu ini yang telah lalai.. Bimbing aku kejalan keridha-anMu yaa Allah.. amin..

” Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga).” (An Nuur : 26)

Subhanallah.. Itulah janji Allah..kurenungi lagi.. kuresapi lagi.. setelah aku yakin bahwa Cinta Sejati adalah Cinta kepada Allah.. dan mencintai apapun di dunia ini karena Allah.. Tanya pun berganti.. Apakah aku telah menjadi wanita yang baik?? Pantaskah jika aku mengimpikan laki-laki yang baik untuk ku?? Astaghfirullah..

Tekadku ya Allah.. Inginku.. Harapku.. Pintaku.. Terus bimbing diri ini.. untuk dapat menjaga kesucian hati. menjaga cinta kepada Mu yaa Allah.. Dan andaipun fitrah cinta itu datang.. cinta itu karenaMu ya Allah.. yang akan membawaku semakin mencintaiMu Allah.. bukan cinta yang membawaku berpaling dariMu Yaa Allah.. Aminn..

-Catatan Hati-

Untuk ukhti fillah.. yang selalu menemani, mendukung, dan saling nasehat-menasehati dalam kebaikan.. Jazakillah..
Ana Uhibbuki Fillah..

Catatan Perjalanan ….

25 Okt

Terlalu lama tidak menulis, sampai bingung apa yang ingin ditulis. Tidak seperti di jaman SMA dulu,.. hampir setiap hari bahkan.. aku mendokumentasikan hari yang kulalui di sebuat buku catatan mungil… karena itulah.. sampai saat ini aku bisa coba mengingat apa apa yang aku pernah lakukan dulu..  Hm.. dan sekarang, dengan pengalaman yang beragam dan hikmah yang mendalam.. seharusnya aku bisa menyimpan itu semua,, agar bisa menjadi penyemangat di saat aku lemah… dan meyakinkan di saat aku meragu.. fiuhhh.. apakah ini sebuah evaluasi akan kehidupan seseorang yang seharusnya melankolis.. atau ,, memang melankolisku sedang dominan untuk saat ini… yang jelas ini evaluasi! E.V.A.L.U.A.S.I !!!! harusnya kamu tulis apa yang kamu rasakan.. Buku kan hari-harimu ke dalam cerita indah yang bermakna.. Sampaikan fikiranmu dengan lugas lewat tulisan..

Dokumentasi beberapa event yang aku lalui akhir-akhir ini…

Aku sempat bergabung dengan kepanitiaan KPP IKG.. Kuliah Penyegar dan Penambah Ilmu Kedokteran Gigi… Hmmm,, acara besar yang diadakan oleh FKG UI untuk dokter gigi dengan lingkup nasional bahkan internasional,, disana aku banyak melihat fenomena. Yang kemudian menguatkan keinginaanku untuk kelak, menjadi dokter gigi yang profesional! Yang dapat menangani berbagai kasus pasien dengan optimal.. untuk mengembalikan senyum pasien..  hhmmm.. betapa kontradiktif sekali.. di satu sisi,, aku tidak ingin meninggalkan dunia kemahasiswaan dengan banyak dinamika ini… namun di sisi lain, aku ingin segera.. bahkan sesegera mungkin, menjalani profesiku sebagai seorang dokter gigi… meneruskan mimpi ku untuk bisa mengajukan aplikasi beasiswa ke luar.. aku ingin,,, ingin… menjadi staf pengajar agar ilmu yang telah aku dapatkan bisa menjadi lmu yang bermanfaat.. amin Yaa Rabb…

Lalu,, aku juga sempat mengikuti Lomba Debat di munggu selanjutnya.. Debat Bahasa Indonesia, mengenai isu-isu kesehatan. Lomba Debat tersebut diadakan oleh kepanitiaan Dentolympic FKG UI.. dalam sebuah rangkaian yang bernama Olimpiade Kastrat,, Benar, baru pertama kali aku mengikuti lomba debat semacam itu, sama sekali aku belum pernah sebelumnya.. Akan tetapi .. keyakinan sahabatku membuat aku pun yakin,, kemudian terbentuklah sebuah tim.. Aku didaulat untuk menjadi Pembicara pertama. Lalu, temanku yang bernama Fairuz, dia mendapat peran sebagai pembicara kedua, dan sahabatku yang telah master dalam debat, Ditta, ada di pembicara ketiga. Hari sebelumnya, usai menyelesaikan tanggung jawab kuliah dan organisasi serta kepanitiaan, di sore hari itu di ruang BEM.. kami mulai mencoba mengelaborasi mosi debat yang telah diberikan. Sampai malam hari, dan kemudian keesokan harinya kami harus hadir lebih pagi.. Usaha dan mimpi yang kuat itu .. Allah menjawabnya dengan memberikan nikmat kemenangan.. Subhanallah… Ampuni hambamu yang sering lalai di tengah kucuran nikmatMu Yaa Allah,, amin..

Namun demikian, ada agenda yang kemudian terlewat di hari itu,,, sedih sekali..

Oh iyaaa. Sempat satu bulan kemarin, kakakku.. tinggal bersamaku di kamar ini, karena beliau sedang menjalankan masa magang nya.. hehe,, dan tanpa terasa, kini ku kembali sendiri di kamar ini, beliau sudah kembali untuk menyelesaikan studi di kota apel sana.. Semangat tetehku sayang..!!! Cepet wisudanya yaaa.. dilancarkan oleh Allah detik2 terakhir skripsinya,amin..

Ayoo bermimpii!!!! Mungkin aku harus menguraikan mimpiku.. ^^

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.